Sabtu, 17 November 2012

1 Abad Muhammadiyah Mencerahkan Bangsa

Muhammadiyah pada tangggal 18 November 2012 tepat berusia 100 tahun atau 1 abad. Muhammadiyah didirikan oleh KHA Dahlan di Kauman Yogyakarta pada 8 Dzulhijjah 1330 H / 18 November 1912 M. Jika dihitung pada hitungan Hijriyah maka usia Muhammadiyah sudah 103, jika dihitung dengan Miladiyah usia Muhammadiyah 1 abad.

Muhammadiyah bisa dibilang satu-satunya organisasi yang merayakan milad 1 abad di Indonesia. Organisasi yang lebih dahulu ada dan dulu berkembang pesat seperti Budi Utomo atau Syarikat Islam saat ini sudah sulit dilacak atau bahkan bisa dibilang tidak ada. Padahal kedua organisasi itu dulu pernah mengalami masa kejayaan dan berkembang diseluruh Indonesia. KHA Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah telah bermanfaat umat, bukan untuk umat Islam saja tapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Betapa banyak amal usaha Muhammadiyah yang telah ada di Indonesia yang telah dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masarakat. Tercatat saat ini ada ribuan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dll. Data per 2011 tercatat PAUD, TK, TPA 4.623, SD/Madrasah Ibadaiyah 2.604, SMP/Madrasah Tsanawiyah 1.772, SMA, SMK/Madrasah Aliyah 1.143, Pesantren 67, Universitas, Akademi, Politeknik 172, Rumah Sakit, Klinik, Poliklinik, dll 457, Panti, dll. 318, Rumah Jompo 54, Pusat Rehabilitasi Cacat 82, SLB 71, Mushalla, Surau, dll. 5.080.

Begitu luar biasa amal usaha Muhammadiyah. Semakin lama semakin bertambah dan terus mengalami peningkatan. Saat ini tidak ada ormas di dunia ini yang memiliki amal usaha sebesar dan sebanyak Muhammadiyah. Semangat KHA Dahlan terus tumbuh dalam diri kader Muhammadiyah. Membawa misi untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Amal usaha Muhammadiyah tidak hanya bermanfaat untuk umat Islam saja tapi juga untuk seluruh masyarakat Muhammadiyah.

Sebagaimana dalam buku Kristen Muhamamdiyah karya Dr. Abdul Mukti, murid dan mahasiswa di Sekolah dan juga Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia Timur justru mayoritas adalah non muslim. Mereka tidak sekolah di sekolah Negeri atau sekolah non muslim, tetapi justru memilih di sekolah Muhammadiyah karena mutu dan kualitas pendidikan Muhammadiyah yang sangat bagus. Mereka itu sekolah dan kuliah di Muhammadiyah tetapi tetap mendapatkan pelajaran agama sesuai dengan agama mereka. Jadi Muhammadiyah memang sangat toleran dan rahmatan lil alamin.

 Banyak juga masyarakat disana yang memilih memeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit Muhammadiyah karena kualitas dan pelayanannya. Muhammadiyah setiap tahun selalu mengalami perkembangan dan kemajuan baik dari kader Muhamamdiyah maupun dari amal usaha. Tercatat saat ini Muhammadiyah juga mengembangkan sayapnya dengan membentuk PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) di Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Mesir, Arab Saudi, Libya. Bahkan Perguaruan Tapak Suci (Pencak Silat Muhammadiyah) sangat dikenal dan berkembang dengan baik di Eropa terutama di Belanda, Inggris, Belgia, Prancis, dll.

Prestasi Muhammadiyah dalam mencerahkan bangsa sudah tidak diragukan lagi. Berbagai amal usaha dibidang sosial seperti panti asuhan, panti jompo, rumah singgah juga terus dikembangkan dengan filosofi semangat Al-Maun yang telah tertanam dalam diri kader Muhammadiyah. Muhammadiyah juga telah mencetak kader yang kualitas dan bermanfaat untuk negeri ini. Seperti Boediono Wakil Presiden RI alumni SD Muhammadiyah Blitar, Jenderal Soedirman, Soekarno, serta para tokoh bangsa yang tidak bisa dihitung jumlahnya.

Muhammadiyah juga terus melakukan inovasi dengan sesuai dengan perkembangan jaman seperti membuat mobil "Sang Surya" karya Muhammadiyah 2 Borobudur Jawa Tengah dan mobil listrik karya mobil Suryawangsa karya siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang. ini hanya beberapa contoh kecil prestasi Muhammadiyah.

Sang Surya 1 Abad sudah menyinari negeri ini. Tak kenal lelah untuk mencerahkan dan memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Semoga Muhammadiyah terus bersinar dan selalu mencerahkan bangsa.

Janganlah Kamu berteriak-teriak
Sanggup membela Agama

Meskipun harus menyumbangkan jiwamu sekalipun
Jiwamu tak usah kau tawarkan

Kalau Allah menghendakinya
Entah dengan sakit Atau tidak
Tentu akan mati sendiri

Tapi beranikah Kamu menawarkan Harta bendamu untuk kepentingan Agama?

(KH Ahmad DAHLAN)



Tulisan ini saya persembahkan untuk Milad 1 Abad Muhammadiyah 

@Aunurrofiqf 



juga saya tulis di Kompasiana 

Minggu, 01 Januari 2012

Bersyukur Tiada Henti

Hari itu Jum'at akhir November 2011 aku masih berada di Pare untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris. Aku disana sudah hampir 3 minggu. Sudah lumayan betah dan juga sudah akrab dengan temen-temen di camp dan juga di Kursus. Dengan temen-temen di daffodil sudah berencana untuk jalan-jalan di akhir nanti periode kursus. Ada yang mengusulkan di Gunung Lawu, Gunung Bromo ada juga yang mengusulkan jalan-jalan di Kediri atau Malang. Ya pokoknya sekedar perpisahan untuk akhir kursus. Kami disana kursus mengambil kelas speaking yang 1 bulan.

Pada siangnya seperti biasa Aku dan temen-temen camp sholat Jum'at di Masjid Agung Pare sekitar 2 km jauhnya. Siang itu sehabis shalat Jum'at, gak tau kenapa tiba-tiba jadi kepikiran rumah. Jadi kangen sama Bapak dan juga Ibu. Ya gak seperti biasanya. Saat malam hari, tepatnya saat program malam hari di camp jam 7 malam. Aku dapat sms dan juga telp dari sepupuku Lia. Yang intinya "Mas, Bapak kamu sekarang di rawat diruang IMC PKU. Kalo bisa pulang ya". Haaaahhhhhhh tentu saja aku kaget. Saat itu ada program listening di camp, dan Aku langsung leluar untuk telp. Aku telp rumah g ada yang angkat, lalu telp ke HP Ibu. Ibu waktu itu bilang. "Iya, Bapak masuk PKU tadi, tapi gak papa kok. Udah kamu gak usah pulang, bentar lagi kan ujian". Waktu itu Aku putuskan tetap harus pulang. Gak tahu kenapa yang jelas ada suatu hal yang mengharuskanku pulang malam itu juga.

Akhirnya Aku pinjam motor temenku di camp, Aku pergi ke ATM untuk ambil uang buat pulang dan juga lihat di terminal Pare. Masih ada bus atau tidak jurusan pare-jombang. Ternyata sudah tidak ada lagi, dan hanya ada ojek, ya sudah gak papa. Aku pulang dan mengambil barangku dan diantar temen sampai terminal Pare. Sebenanrya dia sudah mau mengantarkan sampai Jombang. Tapi ya Aku gak enak dan kasihan. Perjalanan Pare sampai Jombang jauh dan gelap. jadi ya naik ojek saja. Perjalanan dari Pare sampai Jombang sekitar 40 menit. Setelah itu sampai di depan Stasiun Jombang jam 9 malam. Ternyata tiket box tutup jam 7 malam, jadi ya terpaksa naik Bus. Akhirnya naik bus Sumber Kencono Jurusan Surabaya-Jogja. Bus sangat penuh, baru dapat tempat duduk sekitar 1 jam. Akhirnya sampai juga di terminal Giwangan pukul 02.30 pagi. Saat itu pengin nelpon surut jemput, tapi kasihan pasti lagi tidur di Rumah Sakit, jadi naik ojek sampai Kauman. Setelah sampai rumah naruh barang akhirnya ke RS PKU Muhammadiyah.

Sampai sana, Ibu cuma bilang "Bapak di dalam IMC, Kita gak boleh masuk, masuknya nanti pas jam besuk". Aku disuruh tidur, ya aku cuma tiduran sambil mainan HP sampai subuh. Setelah itu Aku sholat Subuh dan balik ke rumah untuk cuci baju. Karena pakaian dari pare kotor semua. Biasanya Aku kalo cuci baju di pare tiap hari Sabtu, kemarin pulang hari Jum'at jadi ya pakaian kotor semua, hehe. Waktu itu ada beberapa tetanggaku ya bertanya. ''Lho Rofiq sudah balik ya, kapan? Gimana keadaan Bapak, sudah sadar belum?" Haaah sadar? lha emang Bapak pingsan, emang Bapak separah itukah. Setelah itu Aku langsung ke PKU dan bertanya sama Ibu sebenarnya Bapak kenapa. Akhirnya Ibu menceritakan yang sebenarnya. Klo Bapak saat ini lagi gak sadar, kondisinya lemah.Aku harus antri pakain khusus yang steril. Setelaha sekitar 15 menit akhirnya Aku masuk ruangan IMC.

Betapa kagetnya Aku melihat Bapak, kondisinya benar2 berubah drastis. Bapak dipasang oksigen, 2 infus dan 2 monitor. Matanya selalu merem dan Aku langsung nanggis dan tidak percaya dengan kenyataan ini. Ibu juga nanggis sambil berkata kita doakan aja Bapak. Ibu selalu menuntun Bapak dengan 2 Kalimat Syahadat, dan juga Istighfar. Hal itu juga Aku lakukan terus menerus. Siang hari itu Ayahku matanya akhirnya terbuka dengan mencoba mengikuti lantunan yang kami ucapkan. Pada sore hari semua keluarga besar berkumpul di RS PKU Muhammadiyah Jogja. Mereka semua menjengguk Bapak, hampir dari mereka yang habis masuk dari IMC matanya merah karena habis menanggis.

Pada malam hari ada dokter yang masuk ruangan IMC, dan kemudian berbicara dengan Ibu, setelah itu kelurgaku berkumpul di pojok. Aku mulai curiga ada apa ini? Aku mendengar bisik-bisik sekilas "nanti kasihan rofiq" Apa maksudnya. Aku semakin cemas, dan pikiran sudah tidak karuhan kemana-mana. Setelah itu ada rohaniawan dari PKU yang juga masih kerabat dan teman Bapak. Dia mendekatiku dan berbicara. Mulai menceritakan Ayahku adalah seorang yang baik, suka menolong dan seorang da'i. Kamu juga harus mencontohnya. Begitulah di awal pembicaraannya. Dia juga menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW itu ditinggal pergi oleh Ayahnya dikala masih di dalam kandungan Ibunya.
Setelah itu dia berbicara bahwa, segala usaha dan upaya dari segi medis telah dilakukan yang terbaik untuk pengobatan Bapak. Nah sekarang ini Bapak sudah senang dan menunggu untuk pergi. Semua amal dan tabungan baiknya telah menanti disana. Jadi kamu harus ikhlas ya jika keadaan terburuk menimpa kamu.

Seperti disambar petir disiang bolong rasangaya mendengar kata-kata itu. Ya Allah Aku belum siap kehilangan Ayahku. Alu belum siap jika Ayahku pergi. Aku menangis dan Ibuku mendekatiku dan juga memelukku dan bilang Kita doakan saja Bapak yang terbaik. Semua yang ada ditempat itu hening dan juga menangis. Budhe ku dan juga sepupuku pamit dan pulang ke rumahku untuk bersih-bersih rumah. Bersih2 rumah, itu artinya? Astagfirullah, aku hanya bisa menangis dan terus istighfar.

Malam itu Aku benar-benar tidak bisa tidur dan hanya membayangkan masa kecilku bersama Ayah yang sangat menyenangkan. Saat Adzan subuh, Aku ke Masjid dan sholat subuh. Setelah itu Aku berdoa lama sekali sambil bercucuran air mata. Aku berdoa, Ya Allah tolong sembuhkan Ayahku, berilah kesempatan hambamu ini untuk melihat dan berkumpul bersama Ayahku seperti dulu lagi.

Alhamdulillah, pada senin Allah mendengar dan mengabulkan doa'ku. Ayahku sudah mulai sadar dan juga telah bisa bicara, walapun belum lancar. Ayakum melewati masa kritis dan koma. Aku benar-benar senang dan juga bahagia hari itu. Semua keluargaku pun yang cemas dan juga khawatir juga merasa lega dan senang.

1 Minggu kemudia Ayahku pindah ke bangsal dari yang sebelumya di IMC. Setelah itu beberapa hari Ayahku di perbolehkan pulang. Alhamdulillah senang sekali rasanya bisa berkumpul lagi. Bisa seperti dulu Lagi

Alhamdulillah.
Terima Ya Allah.
Engkaulah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.


"Dan Apabila Aku Sakit Maka Ia (Allah) Yang Akan Menyembukan Aku (Asyu'aro 80)

Jumat, 11 November 2011

Ke Kampung Inggris Pare

Sesudah wisuda aku mulai mencoba melamar ke n\beberapa peusahaan, yaaaa jujur awalnya sih cuma iseng aja. Kaena aku cuma ingin tahu saja bagaimana test itu, mulai masukin ke beberapa perusahaan bumn dan swasta lainnya. Ada beberapa yang dipanggil untuk ikut. Prosesnya mulai dari psikotes, interview, dll.

Aku sadar kemampuan Bahasa Inggrisku belu maksimal, maka dari itu aku putuskan untuk belajar terlebih dahuli di pare kediri. Karena di pare poses belajar dimulai antara tanggal 10 dan 25. Maka Aku berangkat ke pare bersama dengan Tute.

Kami berangkat naik travel dari Jogja menuju pare Kediri. Perjalanan kurang lebih sekitar 9 jam lebih. memang agak lama karena berhenti agak lama dan menjemput beberapa orang di solo, ngawi, dll. Berangkat sekitar pukul 8 dan sampai sana menjelang maghrib. Setelah sampai sana kemudian langsung menuju kamar, 1 kamar ternyata ditempati 4 orang.

Hampir sama seperti anak baru, saya mulai berkenanan dengan seluruh orang yang ada di camp Long Man. Semuanya sekitar 16 orang. Semuanya temennya enak, ramah dan baik. Jadi tidak perlu waktu lama untuk adaptasi di camp. Di camp ada beberapa program yaitu seperti hapalan vokeb bahasa inggris yang dimulai pukul 05.30, kemudian kelas pronunciation bahasa inggris jam 7 pagi, dan kelas speaking stelah habis maghrib.


Aku dan Tute juga ikut program di Kresna program grammar bahasa inggris dan program speaking di daffodils. Dalam sehari memang sangat padat. Dalam 3 hari awal disana merasa sangat capek sekali, bisa dibilang kewalahan. Karena sejak bebas teori sudah setahun lebih yang lalu aku tidak ambil kuliah lagi, jadi menghadapi program yang begitu padat agak kaget. Ketika disana memang harus dituntut untuk aktif Bahasa Inggris dan selalu tiap hari menggunakan Bahasa Inggris jadi hal inilah yang membuat kampung inggris di pare menjadi terkenal.

Harga makanan di sana juga relatif terjangkau, hampir sama dengan di Jogja sekali makan sekitar 7 ribu, dan jika kita ingin pergi ke tempat kursus bisa naik sepeda yang banyak tempat penyewaan sepeda disana harganya sekitar 50-80 ribu / bulan. Kita bisa membawa sepeda itu untuk pergi ketempat kursus atau jalan-jalan seperti surowono yang disana ada kolam renang, gua, dan juga candi jaraknya lumayan jauh sekitar 5 km dari kampung inggris. ATM juga ada lumayan banyak tapi tempatnya agak jauh sekitar 2 km, lumayan kalo naik sepeda.

Alhamdulillah setelah berjalan sekitar 5 hari bisa melakukan penyesuaian. Walau harus merasakan sakit dulu seperti panas dan diare. Kata temen-temen kalau awal datang kesini pasti kena penyakit itu, entah mitos atau cuma kebetulan saja. Tapi yang jelas aku juga mengalaminya begiu juga dengan Tute.

Bisa dibilang Tute malah lebih parah dari Aku. kalo aku sakitnya masih standar dan juga sembuh setelah minum obat dan istirahat bentar. tapi dia setelah 3 hari disana ketika malam minggu, habis jalan-jalan ke garuda park. Dia pusing dan muntah-muntah. Pagi harinya tidak ikut berangkat program. ketika hari seninnya mukanya juga sedikit pucat. Beberapa hari kemudian dia juga sakit dan sebenanrnya Aku pengin ngajak dia untuk pergi ke rumah sakit untuk periksa, karena gak tega lihat dia yang mukanya pucat dan sedang sakit. Tapi dia tetap saja menolak. selalu bilang besuk juga sembuh kok. setelah itu dia

Jumat, 28 Oktober 2011

15 Oktober 2011

Hari sabtu tanggal 15 Oktober 2011 merupakan hari besarku. Kenapa? Ya karel aku aku di wisuda. Hmmm senang dan lega sekali rasanya. Karena selama ini aku ingin sekali melepaskan status sebagai mahasiswa. Aku ikut gelombang 1 wisuda di tahun ajaran ini. Pada pagi hari tepat sekitar pukul 04.30 WIB aku bangun pagi seperti biasa dan juga sholat shubuh. Setelah itu nonton tv dan juga melihat berita, update perkembangan seputar peristiwa di Indonesia dan juga belahan dunia.

Setelah itu sekitar pukul 6.30 Aku berangkat ke kampus dan langsung menuju Sportorium UMY lokasi wisuda. Di sana sudah ada temen-temen yang juga di wisuda pada hari itu. Ada sekitar 835 mahasiswa UMY yang di wisuda. Dari Fakultas Fisipol sekitar 180 Mahasiwa dan dari Jurusan Ilmu Komunikasi kali ini mewisuda 101 Mahasiswa. Wooww banyak sekali dari Komunikasi. Biasanya dari Komunikasi paling sedikit diantara jurusan lain di Fisipol. Tapi kali ini Komunikasi yang paling banyak. Dari angkatan 2006 saja ada sekitar 26 orang mahasiswa. Biasanya angkatan 2006 jika wisuda sekitar 10 orang. Tapi kali ini yang paling banyak.

Muka, senyum dan ekpresi ceria nampak dari seluruh wisudawan yang ada semua. Termasuk aku yang tentu saja sangat senang dan antusias ikut pada wisuda kali ini ya walaupun lulus dengan target yang meleset tapi tetap selalu bersyukur dan berterima kasih pada Allah SWT dan juga kedua orang tuaku.

Alhamdulillah juga aku masuk dalam kategori cumlaude. Ada 20 Wisudawan di Komunikasi yang dinyatakan lulus dengan cumlaude, salah satunya aku. Senang rasanya jerih payah selama kuliah ini akhirnya bisa juga lulus dan predikat cumlaude. Tentu saja orang tuaku juga senang sekali. Pada pagi hari sebelum aku berangkat ke kampus, nampak senyum bahagia di ekspresinya.

Sekitar pukul 9 acara dimulai dengan diawali dengan mars Muhammadiyah sang surya, mars UMY, dan juga di panggilnya wisudwan yang lulus terbaik dari masing-masing fakultas dan jurusan. Waktu untuk menuggu untuk maju ke depan memamg lumayan lama karena yang di wisuda juga banyak. Tiba giliran ku di panggil "Aunurrofiq Fitriadi dengan predikat cumlaude" ya kira-kira begitulah ketika mc membaca dan aku maju kedepan ke arah dekan dan kajur untuk menerima ijazah dan juga kalung dari universitas.

Tapi diwuda kali ada yang berbeda, dan mungin juga terasa aneh. Jika mendengar cerita dari temen-temen yang diwisuda di bulan Februari dan juga Juni kemarin. Suasana bgitu hidmat dan terasa banget. Tidak seperti di wisuda Oktober kurang kondusif banyak yang naik ke atas, jalan-jalan, keluar. Terus juga ada perbedaan biasanya yang cumlaude itu duduk didepan kali ini duduknya biasa mencampur di belakang, tidak didepan. Yang melakukan wisuda rektor tapi kali ini dekan. Terus juga di panggil dengan nama, orang tua, alamat. Sehabis acara ada acara sarasehan dengan rektor dan juga pimpinan universitas tapi kali cuma untuk yang terbaik saja.

Bisa juga dimaklumi karena yang wisuda pada kali ini sangat banyak sekali dan juga mungkin agak binggung dalam hal pengaturan dan juga persiapan. Terlepas dari itu semua tapi tetap bersyukur dan tetap senang. Alhamdulillah.







Jumat, 02 September 2011

Yudisium :)




Alhamdulillah 19 Agustus 2011 kemarin yudisium Fisipol UMY. Kalo dalam sebuah pernikahan yudisium itu seperti ijab qobul dan wisuda merupakan resepsi. Yudisium kali ini diikuti sekitar 200 Mahasiswa dengan jumlah terbesar dari Jurusan Ilmu Komunikasi dengan 103 Mahasiswa dan dari angkatan 2006 ada 26 orang.

Senang bisa ikut Yudisium, apalagi dengan temen-temen yang seangkatan. Hari itu merupakan hari resmi dikukuhkan lulus dan dinobatkan gelar S1. Wisuda akan dilaksanakan nanti pada tanggal.











Kamis, 25 Agustus 2011

Pendadaran : Sebuah Penantian Panjang


Waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Pendadaran! ya tepat tanggal 11 Agustus 2011 akhirnya bisa juga melakukan pendadaran (disemester sepuluh). Setelah sekian lama mengerjakan skripsi sekitar 1 tahun dan juga sempat ganti judul tiga kali. Pendadaran adalah waktu yang aku nanti selama ini. Karena setelah skripsi di acc kemudian langsung melengkapi semua syarat-syarat yang ada.

Sebelum pendadaran tiba aku melakukan karantina diri. Yaitu mencoba mengindari semua kegiatan dan aktivitas yang ada selama ini. Karena pendadaran dilakukan di Bulan Ramadhan maka otomatis kemgiatan ku juga lumayan padat biasaya yang ada di Kauman. Seperti kegiatan di Pemuda Muhammadiyah Kauman dan Pemuda Muhammadiyah Gondomanan. Kegiatan rutin tipa Ramadhan seperti taraweh anak-anak, buka bersama, bakti sosial, tadarus, mc ramadhan, lomba takbiran, kegiatan Masjid Gedhe Kauman, dll. Seminggu sebelum pendadaran semua aktivitas rutin yang selama bertahun-tahun aku lakukan ditinggalkan sementara. Temen-temen di Kauman juga bisa mengerti kalau aku mau pendadaran.

Malam hari sebelum lebaran, rasanya sangat tegang, karena keesokan harinya merupakan penantian panjang selama ini. Nasib kuliah dan juga mahasiswa di tentukan dalam hari itu. pendadaran di lakukan jam 08.00. Tetapi aku berangkat pukul 06.50 ya karena di rumah tidak tenang jadi ya lebih baik berangkat saja. Perasaan panik dan tegang terus menghantui. Akhirnya sudah menunjukkan pukul 08.00 satu dosen sudah datang yang lain belum. Perasaan itu semakin terasa. tepat pukul 08.15 Pendadaran dimulai. 10 menit awal melakukan presentasi hasil dari skripsiku.

Kemudian setelah itu ada sesi tanya jawab. Kemudian tempat duduk berpindah. Nah disaat inilah perasaan gugup sangat terjadi. Pertanyaan dan saran dilakukan oleh 3 dosen penguji Alhamdulillah berhasil dijawab semua dan juga cukup meyakinkan dosen penguji pun juga bilang kalau skripsiku "bagus, lengkap dan sangat detail". Hal yang cukup melegakan, ini menambah rasa optimis kalau aku akan lulus sebentar lagi. Waktu pendadaran dalam jadwal adalah 2 jam yaitu 08.00-10.00 tetapi pendadara dilakukan hanya kurang lebih 40 menit.

Alhamdulillah akhirnya diumumkan langsung waktu itu, kalau aku lulus. Revisi yang ada juga sangat sedikit hanya di kerangka penulisan (EYD), dan juga kesimpulan disuruh menambah. Setelah pendadaran selesai langsung mengerjakan revisi dan juga semuanya langsung di print 3 dan juga langsung di jilid. ALhamdulillah tanggal 11 Agustus itu semuanya sudah selesai semua, dari pendadaran, revisi, da juga jilid. Hanya tinggal menunggu Yudisium dan Wisuda.

Ternyata aku bisa ikut wisuda oktober bareng temen-temen Komunikasi UMY yang periode ini wisuda terbesar 104 dan dari angkatan 2006 ada 26 Mahasiswa. Rasaanya sangat senang sekali karena ini merupakan hal yang aku nanti-nanti dapat wisuda juga.


Ini merupakan nikmat dan berkah Ramadhan dari Allah SWT.
Alhamdulillah :)



Alhamdulillah skripsi selesai


Alhamdulillah tanggal 11 Agustus 2011. Akhirnya aku bisa pendadaran juga akhirnya (ya di semester 10 hehe). Hmmm bisa dibilang sebuah penantian yang panjang hehe. Karena masa mengerjakan skripsi aku itu lumayan lama 1 tahun!. Jika dibilang masa kuliah (teori) sangat lancar. Alhamdulillah IPK juga lumayan bagus karena cumlaude. Mata Kuliah yang mengulang (ikut Semester Pendek) juga cuma sedikit. Jadi bisa dibilang ketika kuliah dengan mengambil mata kuliah semuanya lancar. Tetapi untuk di akhir kewajiban seorang mahasiswa dengan harus mengerjakan skripsi.

Skripsi aku kerjakan ya lumayan lama dan juga sempat ganti judul 3 kali. Lama waktu mengerjakan sekitar 1 tahun. Temen-temen yang ada juga sebagian sudah lulus duluan (waluapun mayoritas belum lulus). Setiap mengerjkaan selalu saja ada hambatan, rasa malas, atau bahkan kesulitan data, dll. Semua itu di jalani dengan rasa senang, suka, sedih, semuanya bercampur menjadi satu. Tuntutan dari orang tua untuk segera lulus juga menambah motivasi dan juga mungkin beban yang terus menghantui.

Tanggal 23 Juli 2011 Akhirnya bisa ikut ujian proposal. Yaitu sebuah Rata Penuhtahap untuk menuju pendadaran ujian BAB 1. Alhamdulillah berjalan lancar dan juga tanpa kendala. Tidak ada "pembataian" cuma sedikit saran saja dari tiga dosen penguji. Senang rasanya :)

Lanjut mengerjakan BAB II dilakukan, dan juga alhadulillah langsung di acc. Kemudian mengerjakan BAB III. Di tahap ini ada rasa ragu dan juga rasa malas karena hampir dipastikan sudah tidak mungkin ikut wisuda Oktober. Temen-temen yang lain sudah daftar pendadaran sedangkan aku baru mau masuk Bab III. wahhhh sangatttt tidakkkk mungkinnnnn! Itulah perasaan yang terus ada dibenaku saat itu. Alhamdulillah IPK juga lumayan bagus karena cumlaude. Karena yang "tidak mungin" maka tidak aku kerjakan dulu, aku menunda mengerjakan.

Kemudian ada temen yang memberitahu kalau masih bisa mendaftar pendadaran, jika pun tidak bisa ikut wisuda oktober. Setidaknya tidak usah bayar registrasi semester gasal (11). Setelah pulang langsung semangat mengerjakan. Padahala BAB III juga baru dapat 8 lembar! AAlhamdulillah dalam waktu 3 hari BAB III dan BAB IV dapat selesai juga dengan mengerjakan total 57 lembar. Sangat melelalhkan memang tapi demi wisuda Oktober semua rela aku lakukan. Syarat-syarat yang ada pun juga belum semuanya aku dapat! Seperti toefl, BTA, BT, foto, dll. Semuanya di kebut dan juga dilengkapi secepat mungkin. Alhamdulillah setelah tiga kali bimbingan kemudian di ACC. Dan akhirnya bisa juga mendaftar dan ikut pendadaran.

Begitu tau bisa ikut pendadaran, dan bisa iktu wisuda bulan oktober senang sekali rasanya. Bisa ikut wisuda bersama temen-temen yang pada periode oktober ini sangat banyak Komunikasi UMY meluluskan dan wisuda 104 mahasiswa dan dari angkatan 2006 ada 26 Mahasiswa. Jumlah yang sangat banyak. Jika tidak ikut wisuda oktober pasti rasana rugi, karena setelah itu kampus pasti serasa sepi. Temen-temen seangkatan sudah pada lulus. Alhamdulillah impian itu menjadi kenyataan.

MAN JADDA WAJADA!!!”
”Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”.