Minggu, 08 April 2018

Anugrah di bulan Februari

Setelah lama tak ngeblog. Mencba merangkai kata dan menulis kembali. Setelah menikah dan selalu berdoa agar diberikan momongan. Maka pada bulan ke 6 pernikahan istri Alhamdulillah positif hamil. pada awal kemahilan hingga trimester akhir Alhmadulillah tidak banyak kendala dan halangan berarti.

Keluhan pun masih dalam batas wajar dan normal. Bahkan untuk aktivitas sehari-hari masih berjalan dengan baik. Sehingga hal ini merupakan nikmat tersendiri. Berbagai tempat di ada dua tempat RS dr obgyn untuk memeriksan. dan sempat berganti-ganti dokter.

Karena dari awal sudah dikatakan jika plasenta berada di bawah dan sulit untuk normal. Maka kemudian selalu berdoa dan berusaha ke ganti dr dan berharap ada hal keajaiban. Karena dari berbagai artikel, blog, dan cerita dari teman. Memang ada yang tidak pro normal. Sehingga hal ini mnjadi semakin selektif..

Kami pun ingin agar melahirkan di Jogja dekat dengan keluraga. kemudian mencari RS di jogja yang dekaat dan pr normal. Kemudian di pilihlah salah satu RS di jogja. Alhamdulillah semua tenaga medis dari dokter, bidan, perawat sangat sabar dan pro normal.

Masuk pertama sampai lahir 20 jam, dan mereka dengan sabar menunggu dan mendampingi selama persalinan. Karena bisa saja jika tidak di tempat itu maka akan segera di SC karena mungkin terlalu lama. Tapi semua Alhamdulillah bisa normal dan Ibu serta bayi pun selamat dan sehat.

Anugrah di bulan februari yang sangat indah. Alhamdulillah telah anugrahkan seorang pura, Semoga menjadi anak yag sholeh, pintar, berbakti kepada orang tua, agama. Amin

Selasa, 23 Juli 2013

Selamat Jalan Bapak

Pagi itu Jum'at 24 Mei 2013 seharusnya menjadi hari yang berbahagia. Yaitu hari itu merupakan ulang tahun Aku dan juga Ibu. Aku dan juga Ibu dilahirkan di tangal dan juga bulan yang sama yaitu 24 Mei. Pada pagi ti banyak ucapan ulang tahun untuk ku di sms, bbm dan juga berbagai macam social media. Seperti Facebook, twitter, wechat, line, dll.

Pagi sekitar pukul 5 aku buka HP waktu di Rumah sakit berbagai macam ucapan masuk. Aku juga mulai membalas mwalaupun belum semuanya. Hari itu  adalah hari yang membuat aku dan ibu seharusnya berbahagia. Tetapi Allah berkehendak lain. Di hari itu Allah memanggil Bapak untuk selamanya.

Pada hari sabtu sore tanggal 11 Mei 2013, bapak merasakan sakit. Seperti dadanya merasakan sesak. Kemudian seelah isya kami (Aku, Ibu, mas niam) mengantarkan beliau ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk memeriksakan. ternyata setelah di ugd beberapa saat. Bapak disarankan untuk opname agar mendapatkan perawatan yang maksimal.

Malam itu kemudian Bapak di opname, dan kami semua tidur di RS. Pada pukul sekitar 1 malam Bapak merasakan sakit sesak sekali setelah mendapatkan obat dari perawat di RS itu. Kemudian aku dan juga ibu meminta agar diberikan tindakan segera. kemudian dengan sangat lama dan super lelet perawat itu baru mengambil tindakan setelah telp dokter. itu pun harus dipaksa dan juga setelah beberapa kali datang ke bagian perawat.

Atas saran dari dokter ynag ditep tadi, maka bapak harus dipindah ke ICU. Maka demi kesembuhan dan juga untuk tindakan yang terbaik, maka kami pun setuju. karena di icu maka beliua tidak bisa ditunggu dan juga kami menunggu dilluar.

pagi harinya kami masuk keruangan di icu, dan bapak sudah lumayn lebih baik. Walaupun dengan alat bantu dari icu. Bapak di dalam didalam icu banyak cerita tentang masa kecilnya dan selama beliau sekolah, kuliah dan juga dakwah.

Selama 13 hari beliau dirawat di RS dan kemudian beliau dipanggil oleh Alllah SWT. Sebelum beliau meninggal beliau banyak berpesan tentang aku, ibu dan juga mas niam. Beliau selalu menekankan agar jangan sekali-kali lupa sholat, dan selalu menjaga ibu. Beliau menceritakan tentang orang-orang yang dikagumi di kauman dan  muhamadiyah aku disuruh utnuk seperti mereka.

Setiap ada yang menjengguk, bapak selalu bilang "aku mnta maaf ya kalo ada salah, salam buat teman-teman dan saudara semua, kalo besuk saya dipaggil Allah doakan semoga khusnul khatimah" dari hari ketiga sampai dengan terakhir bapak selalu mengatakan itu kepada siapa pun yang menjengguk bapak.

Aku sebenarnya sudah disuruh siap-siap menerima oleh ibu, setelah ibu dipanggil oleh dokter ketika kondisi bapak di icu bebar-benar menurun. Waktu itu kondisi bapak benar-benar menurun dan juga lemah. doter bilang keluarga disuruh siap-siap untuk kondisi yang terburuk. Tetapi aku tidak percaya, dan pasti bapal pasti bisa sembuh seperti 2 tahun yang lalu. Waktu itu Bapak sakit dan sudah dinyatakan kritis, semua keluarga sudah berkumpul dan menaggis. tetapi aku tetap tidak percaya dan selalu berdoa kepada Allah. dan keajaiban itu benar-benar ada.

Tetapi ketika Aku bilang seperti itu ke ibu, ibu justru bilang. kita serahkan semua ke Allah. "Kita minta yang terbaik kepada Allah. kamu boleh berdoa bapak harus sembuh, tetapi kan kamu tidak tau mana yang terbaik menurut Allah, apa rencana Allah". Waktu itu aku cuma berfikir kenapa seperti ini, apa aku tidak boleh bilang sama Allah agar Ayahku bisa sehat dan sembuh seperti dulu lagi. Ibu bilang Bapak kalo seperti ini malah kasihan mengalami kesakitan, apa kamu tega? Kemudian aku baru sadar. Kita serahkan semua kepada Allah, kita minta yang terbaik, kita minta yang terbaik. Allah maha kaya.

Bapak setelah dinyatakan kondisinya kritis esok harinya justru malah lebih segar dan justru tidak seperti orang sakit. Beliau setelah itu banyak berpesan kepada seluruh keluarga.

Sabtu, 17 November 2012

1 Abad Muhammadiyah Mencerahkan Bangsa

Muhammadiyah pada tangggal 18 November 2012 tepat berusia 100 tahun atau 1 abad. Muhammadiyah didirikan oleh KHA Dahlan di Kauman Yogyakarta pada 8 Dzulhijjah 1330 H / 18 November 1912 M. Jika dihitung pada hitungan Hijriyah maka usia Muhammadiyah sudah 103, jika dihitung dengan Miladiyah usia Muhammadiyah 1 abad.

Muhammadiyah bisa dibilang satu-satunya organisasi yang merayakan milad 1 abad di Indonesia. Organisasi yang lebih dahulu ada dan dulu berkembang pesat seperti Budi Utomo atau Syarikat Islam saat ini sudah sulit dilacak atau bahkan bisa dibilang tidak ada. Padahal kedua organisasi itu dulu pernah mengalami masa kejayaan dan berkembang diseluruh Indonesia. KHA Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah telah bermanfaat umat, bukan untuk umat Islam saja tapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Betapa banyak amal usaha Muhammadiyah yang telah ada di Indonesia yang telah dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masarakat. Tercatat saat ini ada ribuan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dll. Data per 2011 tercatat PAUD, TK, TPA 4.623, SD/Madrasah Ibadaiyah 2.604, SMP/Madrasah Tsanawiyah 1.772, SMA, SMK/Madrasah Aliyah 1.143, Pesantren 67, Universitas, Akademi, Politeknik 172, Rumah Sakit, Klinik, Poliklinik, dll 457, Panti, dll. 318, Rumah Jompo 54, Pusat Rehabilitasi Cacat 82, SLB 71, Mushalla, Surau, dll. 5.080.

Begitu luar biasa amal usaha Muhammadiyah. Semakin lama semakin bertambah dan terus mengalami peningkatan. Saat ini tidak ada ormas di dunia ini yang memiliki amal usaha sebesar dan sebanyak Muhammadiyah. Semangat KHA Dahlan terus tumbuh dalam diri kader Muhammadiyah. Membawa misi untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Amal usaha Muhammadiyah tidak hanya bermanfaat untuk umat Islam saja tapi juga untuk seluruh masyarakat Muhammadiyah.

Sebagaimana dalam buku Kristen Muhamamdiyah karya Dr. Abdul Mukti, murid dan mahasiswa di Sekolah dan juga Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia Timur justru mayoritas adalah non muslim. Mereka tidak sekolah di sekolah Negeri atau sekolah non muslim, tetapi justru memilih di sekolah Muhammadiyah karena mutu dan kualitas pendidikan Muhammadiyah yang sangat bagus. Mereka itu sekolah dan kuliah di Muhammadiyah tetapi tetap mendapatkan pelajaran agama sesuai dengan agama mereka. Jadi Muhammadiyah memang sangat toleran dan rahmatan lil alamin.

 Banyak juga masyarakat disana yang memilih memeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit Muhammadiyah karena kualitas dan pelayanannya. Muhammadiyah setiap tahun selalu mengalami perkembangan dan kemajuan baik dari kader Muhamamdiyah maupun dari amal usaha. Tercatat saat ini Muhammadiyah juga mengembangkan sayapnya dengan membentuk PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) di Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Mesir, Arab Saudi, Libya. Bahkan Perguaruan Tapak Suci (Pencak Silat Muhammadiyah) sangat dikenal dan berkembang dengan baik di Eropa terutama di Belanda, Inggris, Belgia, Prancis, dll.

Prestasi Muhammadiyah dalam mencerahkan bangsa sudah tidak diragukan lagi. Berbagai amal usaha dibidang sosial seperti panti asuhan, panti jompo, rumah singgah juga terus dikembangkan dengan filosofi semangat Al-Maun yang telah tertanam dalam diri kader Muhammadiyah. Muhammadiyah juga telah mencetak kader yang kualitas dan bermanfaat untuk negeri ini. Seperti Boediono Wakil Presiden RI alumni SD Muhammadiyah Blitar, Jenderal Soedirman, Soekarno, serta para tokoh bangsa yang tidak bisa dihitung jumlahnya.

Muhammadiyah juga terus melakukan inovasi dengan sesuai dengan perkembangan jaman seperti membuat mobil "Sang Surya" karya Muhammadiyah 2 Borobudur Jawa Tengah dan mobil listrik karya mobil Suryawangsa karya siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang. ini hanya beberapa contoh kecil prestasi Muhammadiyah.

Sang Surya 1 Abad sudah menyinari negeri ini. Tak kenal lelah untuk mencerahkan dan memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Semoga Muhammadiyah terus bersinar dan selalu mencerahkan bangsa.

Janganlah Kamu berteriak-teriak
Sanggup membela Agama

Meskipun harus menyumbangkan jiwamu sekalipun
Jiwamu tak usah kau tawarkan

Kalau Allah menghendakinya
Entah dengan sakit Atau tidak
Tentu akan mati sendiri

Tapi beranikah Kamu menawarkan Harta bendamu untuk kepentingan Agama?

(KH Ahmad DAHLAN)



Tulisan ini saya persembahkan untuk Milad 1 Abad Muhammadiyah 

@Aunurrofiqf 



juga saya tulis di Kompasiana 

Minggu, 01 Januari 2012

Bersyukur Tiada Henti

Hari itu Jum'at akhir November 2011 aku masih berada di Pare untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris. Aku disana sudah hampir 3 minggu. Sudah lumayan betah dan juga sudah akrab dengan temen-temen di camp dan juga di Kursus. Dengan temen-temen di daffodil sudah berencana untuk jalan-jalan di akhir nanti periode kursus. Ada yang mengusulkan di Gunung Lawu, Gunung Bromo ada juga yang mengusulkan jalan-jalan di Kediri atau Malang. Ya pokoknya sekedar perpisahan untuk akhir kursus. Kami disana kursus mengambil kelas speaking yang 1 bulan.

Pada siangnya seperti biasa Aku dan temen-temen camp sholat Jum'at di Masjid Agung Pare sekitar 2 km jauhnya. Siang itu sehabis shalat Jum'at, gak tau kenapa tiba-tiba jadi kepikiran rumah. Jadi kangen sama Bapak dan juga Ibu. Ya gak seperti biasanya. Saat malam hari, tepatnya saat program malam hari di camp jam 7 malam. Aku dapat sms dan juga telp dari sepupuku Lia. Yang intinya "Mas, Bapak kamu sekarang di rawat diruang IMC PKU. Kalo bisa pulang ya". Haaaahhhhhhh tentu saja aku kaget. Saat itu ada program listening di camp, dan Aku langsung leluar untuk telp. Aku telp rumah g ada yang angkat, lalu telp ke HP Ibu. Ibu waktu itu bilang. "Iya, Bapak masuk PKU tadi, tapi gak papa kok. Udah kamu gak usah pulang, bentar lagi kan ujian". Waktu itu Aku putuskan tetap harus pulang. Gak tahu kenapa yang jelas ada suatu hal yang mengharuskanku pulang malam itu juga.

Akhirnya Aku pinjam motor temenku di camp, Aku pergi ke ATM untuk ambil uang buat pulang dan juga lihat di terminal Pare. Masih ada bus atau tidak jurusan pare-jombang. Ternyata sudah tidak ada lagi, dan hanya ada ojek, ya sudah gak papa. Aku pulang dan mengambil barangku dan diantar temen sampai terminal Pare. Sebenanrya dia sudah mau mengantarkan sampai Jombang. Tapi ya Aku gak enak dan kasihan. Perjalanan Pare sampai Jombang jauh dan gelap. jadi ya naik ojek saja. Perjalanan dari Pare sampai Jombang sekitar 40 menit. Setelah itu sampai di depan Stasiun Jombang jam 9 malam. Ternyata tiket box tutup jam 7 malam, jadi ya terpaksa naik Bus. Akhirnya naik bus Sumber Kencono Jurusan Surabaya-Jogja. Bus sangat penuh, baru dapat tempat duduk sekitar 1 jam. Akhirnya sampai juga di terminal Giwangan pukul 02.30 pagi. Saat itu pengin nelpon surut jemput, tapi kasihan pasti lagi tidur di Rumah Sakit, jadi naik ojek sampai Kauman. Setelah sampai rumah naruh barang akhirnya ke RS PKU Muhammadiyah.

Sampai sana, Ibu cuma bilang "Bapak di dalam IMC, Kita gak boleh masuk, masuknya nanti pas jam besuk". Aku disuruh tidur, ya aku cuma tiduran sambil mainan HP sampai subuh. Setelah itu Aku sholat Subuh dan balik ke rumah untuk cuci baju. Karena pakaian dari pare kotor semua. Biasanya Aku kalo cuci baju di pare tiap hari Sabtu, kemarin pulang hari Jum'at jadi ya pakaian kotor semua, hehe. Waktu itu ada beberapa tetanggaku ya bertanya. ''Lho Rofiq sudah balik ya, kapan? Gimana keadaan Bapak, sudah sadar belum?" Haaah sadar? lha emang Bapak pingsan, emang Bapak separah itukah. Setelah itu Aku langsung ke PKU dan bertanya sama Ibu sebenarnya Bapak kenapa. Akhirnya Ibu menceritakan yang sebenarnya. Klo Bapak saat ini lagi gak sadar, kondisinya lemah.Aku harus antri pakain khusus yang steril. Setelaha sekitar 15 menit akhirnya Aku masuk ruangan IMC.

Betapa kagetnya Aku melihat Bapak, kondisinya benar2 berubah drastis. Bapak dipasang oksigen, 2 infus dan 2 monitor. Matanya selalu merem dan Aku langsung nanggis dan tidak percaya dengan kenyataan ini. Ibu juga nanggis sambil berkata kita doakan aja Bapak. Ibu selalu menuntun Bapak dengan 2 Kalimat Syahadat, dan juga Istighfar. Hal itu juga Aku lakukan terus menerus. Siang hari itu Ayahku matanya akhirnya terbuka dengan mencoba mengikuti lantunan yang kami ucapkan. Pada sore hari semua keluarga besar berkumpul di RS PKU Muhammadiyah Jogja. Mereka semua menjengguk Bapak, hampir dari mereka yang habis masuk dari IMC matanya merah karena habis menanggis.

Pada malam hari ada dokter yang masuk ruangan IMC, dan kemudian berbicara dengan Ibu, setelah itu kelurgaku berkumpul di pojok. Aku mulai curiga ada apa ini? Aku mendengar bisik-bisik sekilas "nanti kasihan rofiq" Apa maksudnya. Aku semakin cemas, dan pikiran sudah tidak karuhan kemana-mana. Setelah itu ada rohaniawan dari PKU yang juga masih kerabat dan teman Bapak. Dia mendekatiku dan berbicara. Mulai menceritakan Ayahku adalah seorang yang baik, suka menolong dan seorang da'i. Kamu juga harus mencontohnya. Begitulah di awal pembicaraannya. Dia juga menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW itu ditinggal pergi oleh Ayahnya dikala masih di dalam kandungan Ibunya.
Setelah itu dia berbicara bahwa, segala usaha dan upaya dari segi medis telah dilakukan yang terbaik untuk pengobatan Bapak. Nah sekarang ini Bapak sudah senang dan menunggu untuk pergi. Semua amal dan tabungan baiknya telah menanti disana. Jadi kamu harus ikhlas ya jika keadaan terburuk menimpa kamu.

Seperti disambar petir disiang bolong rasangaya mendengar kata-kata itu. Ya Allah Aku belum siap kehilangan Ayahku. Alu belum siap jika Ayahku pergi. Aku menangis dan Ibuku mendekatiku dan juga memelukku dan bilang Kita doakan saja Bapak yang terbaik. Semua yang ada ditempat itu hening dan juga menangis. Budhe ku dan juga sepupuku pamit dan pulang ke rumahku untuk bersih-bersih rumah. Bersih2 rumah, itu artinya? Astagfirullah, aku hanya bisa menangis dan terus istighfar.

Malam itu Aku benar-benar tidak bisa tidur dan hanya membayangkan masa kecilku bersama Ayah yang sangat menyenangkan. Saat Adzan subuh, Aku ke Masjid dan sholat subuh. Setelah itu Aku berdoa lama sekali sambil bercucuran air mata. Aku berdoa, Ya Allah tolong sembuhkan Ayahku, berilah kesempatan hambamu ini untuk melihat dan berkumpul bersama Ayahku seperti dulu lagi.

Alhamdulillah, pada senin Allah mendengar dan mengabulkan doa'ku. Ayahku sudah mulai sadar dan juga telah bisa bicara, walapun belum lancar. Ayakum melewati masa kritis dan koma. Aku benar-benar senang dan juga bahagia hari itu. Semua keluargaku pun yang cemas dan juga khawatir juga merasa lega dan senang.

1 Minggu kemudia Ayahku pindah ke bangsal dari yang sebelumya di IMC. Setelah itu beberapa hari Ayahku di perbolehkan pulang. Alhamdulillah senang sekali rasanya bisa berkumpul lagi. Bisa seperti dulu Lagi

Alhamdulillah.
Terima Ya Allah.
Engkaulah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.


"Dan Apabila Aku Sakit Maka Ia (Allah) Yang Akan Menyembukan Aku (Asyu'aro 80)

Jumat, 11 November 2011

Ke Kampung Inggris Pare

Sesudah wisuda aku mulai mencoba melamar ke n\beberapa peusahaan, yaaaa jujur awalnya sih cuma iseng aja. Kaena aku cuma ingin tahu saja bagaimana test itu, mulai masukin ke beberapa perusahaan bumn dan swasta lainnya. Ada beberapa yang dipanggil untuk ikut. Prosesnya mulai dari psikotes, interview, dll.

Aku sadar kemampuan Bahasa Inggrisku belu maksimal, maka dari itu aku putuskan untuk belajar terlebih dahuli di pare kediri. Karena di pare poses belajar dimulai antara tanggal 10 dan 25. Maka Aku berangkat ke pare bersama dengan Tute.

Kami berangkat naik travel dari Jogja menuju pare Kediri. Perjalanan kurang lebih sekitar 9 jam lebih. memang agak lama karena berhenti agak lama dan menjemput beberapa orang di solo, ngawi, dll. Berangkat sekitar pukul 8 dan sampai sana menjelang maghrib. Setelah sampai sana kemudian langsung menuju kamar, 1 kamar ternyata ditempati 4 orang.

Hampir sama seperti anak baru, saya mulai berkenanan dengan seluruh orang yang ada di camp Long Man. Semuanya sekitar 16 orang. Semuanya temennya enak, ramah dan baik. Jadi tidak perlu waktu lama untuk adaptasi di camp. Di camp ada beberapa program yaitu seperti hapalan vokeb bahasa inggris yang dimulai pukul 05.30, kemudian kelas pronunciation bahasa inggris jam 7 pagi, dan kelas speaking stelah habis maghrib.


Aku dan Tute juga ikut program di Kresna program grammar bahasa inggris dan program speaking di daffodils. Dalam sehari memang sangat padat. Dalam 3 hari awal disana merasa sangat capek sekali, bisa dibilang kewalahan. Karena sejak bebas teori sudah setahun lebih yang lalu aku tidak ambil kuliah lagi, jadi menghadapi program yang begitu padat agak kaget. Ketika disana memang harus dituntut untuk aktif Bahasa Inggris dan selalu tiap hari menggunakan Bahasa Inggris jadi hal inilah yang membuat kampung inggris di pare menjadi terkenal.

Harga makanan di sana juga relatif terjangkau, hampir sama dengan di Jogja sekali makan sekitar 7 ribu, dan jika kita ingin pergi ke tempat kursus bisa naik sepeda yang banyak tempat penyewaan sepeda disana harganya sekitar 50-80 ribu / bulan. Kita bisa membawa sepeda itu untuk pergi ketempat kursus atau jalan-jalan seperti surowono yang disana ada kolam renang, gua, dan juga candi jaraknya lumayan jauh sekitar 5 km dari kampung inggris. ATM juga ada lumayan banyak tapi tempatnya agak jauh sekitar 2 km, lumayan kalo naik sepeda.

Alhamdulillah setelah berjalan sekitar 5 hari bisa melakukan penyesuaian. Walau harus merasakan sakit dulu seperti panas dan diare. Kata temen-temen kalau awal datang kesini pasti kena penyakit itu, entah mitos atau cuma kebetulan saja. Tapi yang jelas aku juga mengalaminya begiu juga dengan Tute.

Bisa dibilang Tute malah lebih parah dari Aku. kalo aku sakitnya masih standar dan juga sembuh setelah minum obat dan istirahat bentar. tapi dia setelah 3 hari disana ketika malam minggu, habis jalan-jalan ke garuda park. Dia pusing dan muntah-muntah. Pagi harinya tidak ikut berangkat program. ketika hari seninnya mukanya juga sedikit pucat. Beberapa hari kemudian dia juga sakit dan sebenanrnya Aku pengin ngajak dia untuk pergi ke rumah sakit untuk periksa, karena gak tega lihat dia yang mukanya pucat dan sedang sakit. Tapi dia tetap saja menolak. selalu bilang besuk juga sembuh kok. setelah itu dia

Jumat, 28 Oktober 2011

15 Oktober 2011

Hari sabtu tanggal 15 Oktober 2011 merupakan hari besarku. Kenapa? Ya karel aku aku di wisuda. Hmmm senang dan lega sekali rasanya. Karena selama ini aku ingin sekali melepaskan status sebagai mahasiswa. Aku ikut gelombang 1 wisuda di tahun ajaran ini. Pada pagi hari tepat sekitar pukul 04.30 WIB aku bangun pagi seperti biasa dan juga sholat shubuh. Setelah itu nonton tv dan juga melihat berita, update perkembangan seputar peristiwa di Indonesia dan juga belahan dunia.

Setelah itu sekitar pukul 6.30 Aku berangkat ke kampus dan langsung menuju Sportorium UMY lokasi wisuda. Di sana sudah ada temen-temen yang juga di wisuda pada hari itu. Ada sekitar 835 mahasiswa UMY yang di wisuda. Dari Fakultas Fisipol sekitar 180 Mahasiwa dan dari Jurusan Ilmu Komunikasi kali ini mewisuda 101 Mahasiswa. Wooww banyak sekali dari Komunikasi. Biasanya dari Komunikasi paling sedikit diantara jurusan lain di Fisipol. Tapi kali ini Komunikasi yang paling banyak. Dari angkatan 2006 saja ada sekitar 26 orang mahasiswa. Biasanya angkatan 2006 jika wisuda sekitar 10 orang. Tapi kali ini yang paling banyak.

Muka, senyum dan ekpresi ceria nampak dari seluruh wisudawan yang ada semua. Termasuk aku yang tentu saja sangat senang dan antusias ikut pada wisuda kali ini ya walaupun lulus dengan target yang meleset tapi tetap selalu bersyukur dan berterima kasih pada Allah SWT dan juga kedua orang tuaku.

Alhamdulillah juga aku masuk dalam kategori cumlaude. Ada 20 Wisudawan di Komunikasi yang dinyatakan lulus dengan cumlaude, salah satunya aku. Senang rasanya jerih payah selama kuliah ini akhirnya bisa juga lulus dan predikat cumlaude. Tentu saja orang tuaku juga senang sekali. Pada pagi hari sebelum aku berangkat ke kampus, nampak senyum bahagia di ekspresinya.

Sekitar pukul 9 acara dimulai dengan diawali dengan mars Muhammadiyah sang surya, mars UMY, dan juga di panggilnya wisudwan yang lulus terbaik dari masing-masing fakultas dan jurusan. Waktu untuk menuggu untuk maju ke depan memamg lumayan lama karena yang di wisuda juga banyak. Tiba giliran ku di panggil "Aunurrofiq Fitriadi dengan predikat cumlaude" ya kira-kira begitulah ketika mc membaca dan aku maju kedepan ke arah dekan dan kajur untuk menerima ijazah dan juga kalung dari universitas.

Tapi diwuda kali ada yang berbeda, dan mungin juga terasa aneh. Jika mendengar cerita dari temen-temen yang diwisuda di bulan Februari dan juga Juni kemarin. Suasana bgitu hidmat dan terasa banget. Tidak seperti di wisuda Oktober kurang kondusif banyak yang naik ke atas, jalan-jalan, keluar. Terus juga ada perbedaan biasanya yang cumlaude itu duduk didepan kali ini duduknya biasa mencampur di belakang, tidak didepan. Yang melakukan wisuda rektor tapi kali ini dekan. Terus juga di panggil dengan nama, orang tua, alamat. Sehabis acara ada acara sarasehan dengan rektor dan juga pimpinan universitas tapi kali cuma untuk yang terbaik saja.

Bisa juga dimaklumi karena yang wisuda pada kali ini sangat banyak sekali dan juga mungkin agak binggung dalam hal pengaturan dan juga persiapan. Terlepas dari itu semua tapi tetap bersyukur dan tetap senang. Alhamdulillah.







Jumat, 02 September 2011

Yudisium :)




Alhamdulillah 19 Agustus 2011 kemarin yudisium Fisipol UMY. Kalo dalam sebuah pernikahan yudisium itu seperti ijab qobul dan wisuda merupakan resepsi. Yudisium kali ini diikuti sekitar 200 Mahasiswa dengan jumlah terbesar dari Jurusan Ilmu Komunikasi dengan 103 Mahasiswa dan dari angkatan 2006 ada 26 orang.

Senang bisa ikut Yudisium, apalagi dengan temen-temen yang seangkatan. Hari itu merupakan hari resmi dikukuhkan lulus dan dinobatkan gelar S1. Wisuda akan dilaksanakan nanti pada tanggal.











Kamis, 25 Agustus 2011

Pendadaran : Sebuah Penantian Panjang


Waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Pendadaran! ya tepat tanggal 11 Agustus 2011 akhirnya bisa juga melakukan pendadaran (disemester sepuluh). Setelah sekian lama mengerjakan skripsi sekitar 1 tahun dan juga sempat ganti judul tiga kali. Pendadaran adalah waktu yang aku nanti selama ini. Karena setelah skripsi di acc kemudian langsung melengkapi semua syarat-syarat yang ada.

Sebelum pendadaran tiba aku melakukan karantina diri. Yaitu mencoba mengindari semua kegiatan dan aktivitas yang ada selama ini. Karena pendadaran dilakukan di Bulan Ramadhan maka otomatis kemgiatan ku juga lumayan padat biasaya yang ada di Kauman. Seperti kegiatan di Pemuda Muhammadiyah Kauman dan Pemuda Muhammadiyah Gondomanan. Kegiatan rutin tipa Ramadhan seperti taraweh anak-anak, buka bersama, bakti sosial, tadarus, mc ramadhan, lomba takbiran, kegiatan Masjid Gedhe Kauman, dll. Seminggu sebelum pendadaran semua aktivitas rutin yang selama bertahun-tahun aku lakukan ditinggalkan sementara. Temen-temen di Kauman juga bisa mengerti kalau aku mau pendadaran.

Malam hari sebelum lebaran, rasanya sangat tegang, karena keesokan harinya merupakan penantian panjang selama ini. Nasib kuliah dan juga mahasiswa di tentukan dalam hari itu. pendadaran di lakukan jam 08.00. Tetapi aku berangkat pukul 06.50 ya karena di rumah tidak tenang jadi ya lebih baik berangkat saja. Perasaan panik dan tegang terus menghantui. Akhirnya sudah menunjukkan pukul 08.00 satu dosen sudah datang yang lain belum. Perasaan itu semakin terasa. tepat pukul 08.15 Pendadaran dimulai. 10 menit awal melakukan presentasi hasil dari skripsiku.

Kemudian setelah itu ada sesi tanya jawab. Kemudian tempat duduk berpindah. Nah disaat inilah perasaan gugup sangat terjadi. Pertanyaan dan saran dilakukan oleh 3 dosen penguji Alhamdulillah berhasil dijawab semua dan juga cukup meyakinkan dosen penguji pun juga bilang kalau skripsiku "bagus, lengkap dan sangat detail". Hal yang cukup melegakan, ini menambah rasa optimis kalau aku akan lulus sebentar lagi. Waktu pendadaran dalam jadwal adalah 2 jam yaitu 08.00-10.00 tetapi pendadara dilakukan hanya kurang lebih 40 menit.

Alhamdulillah akhirnya diumumkan langsung waktu itu, kalau aku lulus. Revisi yang ada juga sangat sedikit hanya di kerangka penulisan (EYD), dan juga kesimpulan disuruh menambah. Setelah pendadaran selesai langsung mengerjakan revisi dan juga semuanya langsung di print 3 dan juga langsung di jilid. ALhamdulillah tanggal 11 Agustus itu semuanya sudah selesai semua, dari pendadaran, revisi, da juga jilid. Hanya tinggal menunggu Yudisium dan Wisuda.

Ternyata aku bisa ikut wisuda oktober bareng temen-temen Komunikasi UMY yang periode ini wisuda terbesar 104 dan dari angkatan 2006 ada 26 Mahasiswa. Rasaanya sangat senang sekali karena ini merupakan hal yang aku nanti-nanti dapat wisuda juga.


Ini merupakan nikmat dan berkah Ramadhan dari Allah SWT.
Alhamdulillah :)



Alhamdulillah skripsi selesai


Alhamdulillah tanggal 11 Agustus 2011. Akhirnya aku bisa pendadaran juga akhirnya (ya di semester 10 hehe). Hmmm bisa dibilang sebuah penantian yang panjang hehe. Karena masa mengerjakan skripsi aku itu lumayan lama 1 tahun!. Jika dibilang masa kuliah (teori) sangat lancar. Alhamdulillah IPK juga lumayan bagus karena cumlaude. Mata Kuliah yang mengulang (ikut Semester Pendek) juga cuma sedikit. Jadi bisa dibilang ketika kuliah dengan mengambil mata kuliah semuanya lancar. Tetapi untuk di akhir kewajiban seorang mahasiswa dengan harus mengerjakan skripsi.

Skripsi aku kerjakan ya lumayan lama dan juga sempat ganti judul 3 kali. Lama waktu mengerjakan sekitar 1 tahun. Temen-temen yang ada juga sebagian sudah lulus duluan (waluapun mayoritas belum lulus). Setiap mengerjkaan selalu saja ada hambatan, rasa malas, atau bahkan kesulitan data, dll. Semua itu di jalani dengan rasa senang, suka, sedih, semuanya bercampur menjadi satu. Tuntutan dari orang tua untuk segera lulus juga menambah motivasi dan juga mungkin beban yang terus menghantui.

Tanggal 23 Juli 2011 Akhirnya bisa ikut ujian proposal. Yaitu sebuah Rata Penuhtahap untuk menuju pendadaran ujian BAB 1. Alhamdulillah berjalan lancar dan juga tanpa kendala. Tidak ada "pembataian" cuma sedikit saran saja dari tiga dosen penguji. Senang rasanya :)

Lanjut mengerjakan BAB II dilakukan, dan juga alhadulillah langsung di acc. Kemudian mengerjakan BAB III. Di tahap ini ada rasa ragu dan juga rasa malas karena hampir dipastikan sudah tidak mungkin ikut wisuda Oktober. Temen-temen yang lain sudah daftar pendadaran sedangkan aku baru mau masuk Bab III. wahhhh sangatttt tidakkkk mungkinnnnn! Itulah perasaan yang terus ada dibenaku saat itu. Alhamdulillah IPK juga lumayan bagus karena cumlaude. Karena yang "tidak mungin" maka tidak aku kerjakan dulu, aku menunda mengerjakan.

Kemudian ada temen yang memberitahu kalau masih bisa mendaftar pendadaran, jika pun tidak bisa ikut wisuda oktober. Setidaknya tidak usah bayar registrasi semester gasal (11). Setelah pulang langsung semangat mengerjakan. Padahala BAB III juga baru dapat 8 lembar! AAlhamdulillah dalam waktu 3 hari BAB III dan BAB IV dapat selesai juga dengan mengerjakan total 57 lembar. Sangat melelalhkan memang tapi demi wisuda Oktober semua rela aku lakukan. Syarat-syarat yang ada pun juga belum semuanya aku dapat! Seperti toefl, BTA, BT, foto, dll. Semuanya di kebut dan juga dilengkapi secepat mungkin. Alhamdulillah setelah tiga kali bimbingan kemudian di ACC. Dan akhirnya bisa juga mendaftar dan ikut pendadaran.

Begitu tau bisa ikut pendadaran, dan bisa iktu wisuda bulan oktober senang sekali rasanya. Bisa ikut wisuda bersama temen-temen yang pada periode oktober ini sangat banyak Komunikasi UMY meluluskan dan wisuda 104 mahasiswa dan dari angkatan 2006 ada 26 Mahasiswa. Jumlah yang sangat banyak. Jika tidak ikut wisuda oktober pasti rasana rugi, karena setelah itu kampus pasti serasa sepi. Temen-temen seangkatan sudah pada lulus. Alhamdulillah impian itu menjadi kenyataan.

MAN JADDA WAJADA!!!”
”Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”.

Selasa, 06 April 2010

Amien Rais Pahlawan Reformasi


PAN atau Partai Amanat Nasional yang dilahirkan pada 23 Agustus 2008 adalah partai reformis. PAN didirikan dari hasil Tanwir Muhammadiyah yang mengatakan perlunya warga Muhammadiyah mewujudkan cita-cita perjuangan melalui bidang politik. Di dukung penuh oleh aktivis pro reformasi dan demokrasi maka PAN di deklarasikan.

Amien Rais didaulat menjadi Ketua Umum dan kemudian Faisal Basri sebagai Sekjend. Amien Rais yang waktu itu telah dianggat menjadi "Pahlawan reformasi" oleh masyarakat karena telah berhasil menggulingkan tirani kekuasaan Soeharto maka menjadi daya tarik dan juga menjadi tokoh yang kharismatik. PAN didukung penuh oleh lapisan masyarakat dan juga tentunya kader Muhammadiyah.

Aku sendiri sangat senang dan cinta mati dengan PAN. waktu itu Aku masih kelas 4 SD waktu PAN dideklarasikan. Kemudian di Yogyakarta PAN juga dideklarasikan dan juga banyak Barisan Simpati bermunculan dimana-mana. Seperti Bhaskara, Ijtihad, Baruna, Blue Safir, Badar, Madani, Ganesha, Ababil, dll. Mereka membentuk barisan simpati dengan suka rela tanpa dibayar bahkan mengeluarkan uang untuk membeli atribut kaos, baju, celana, dan juga bensin untuk kampanye.

kemudian Tahun 1999 Aku waktu itu masih tinggal di Gambiran. kampung yang mayoritasnya dikenal dengan kampung Marhein. Tetapi bersama remaja dan juga anak-anak muda yang lain berusaha untuk meyakinkan warga bahwa PAN adalah Partai yang terbaik, jujur, bersih, dan anti korupsi. Aku walaupun masih kecil sekali tetap semangat dan juga sering ikut kampanye bersama rombongan dari Ijtihad atau Bhaskara dari Kotagede.

Bhaskara merupakan pelopor kampanye modern & atraktif. Karena dengan mengunakan motor dan baris 3 atau 5 kemudian diiringi bunyi knalpot maka melakukan atraksi yang sangat bagus. Bahkan kampanye PAN ini juga mejadi inspirasi partai-partai yang lain di yogyakarta maupun diberbagai daerah di Indonesia. kampanye PAN sangat sopan, tidak pernah memenuhi jalan, pasti setengah, dan apabila lewat didepan orang meninggal pasti knalpot dimatikan dan juga semua disuruh jalan. "LUAR BIASA". Jarang kampanye partai lain mengikuti

Aku hampir tidak pernah absen mengikuti kampanye PAN di yogyakarta. Selalu bersama saudaraku yang tinggal di gambiran dan juga tetanggaku. Bahkan Aku rela mengeluarkan uang saku ku yang waktu itu bisa dikatakan juga gak banyak untuk anak ukuran SD kelas 5. Ketika kampanye dilakukan bukan dihari Ahad, aku berusaha untuk ikut. Yaitu aku selalu memohon kepada orang tua agar dijinkan dan nanti mengikuti pelajaran di Sekolah tidak sampai selesai. Aku pernah membolos sekolah demi untuk kampanye PAN, dan bilang ke orang tua kalo libur karena ada rapat guru... hehe :)

Aku juga ikut membuat bendera dan juga memasang sampai malam hari, walaupun waktu itu masih kecil dan juga besoknya sekolah, tetapi Orang tua selalu mengiinkan dengan syarat belajar terlebih dahulu. Memasang bendera di kampung dan juga di sepanjang jalan.

Amien Rais memang menajdi tokoh idolaku sejak kecil. Ketika Muktamar di Aceh tahun 1995 aku mulai mengenal Amien Rais (padahal waktu itu aku baru kelas 2 SD). Ayah ku selalu menceritakan sosok Amien Rais yang berani, jujur, cerdas dan juga selalu menentang kebijakan Orde Baru yang tidak pro rakyat. hampir selalu aku mengikuti berita dan informasi tentang Amien Rais dan juga selalu mengikuti pembincaraan orang dewasa "nguping".

Ketika pada Pemilu 1999 perolehan suara PAN memang kurang besar hanya mampu sekitar 7,8 %. Namun prestasi itu talah berhasil mengangkat Amien Rais sebagai Ketua MPR. yang telah mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah MPR. diantaranya adalah berhasil mengamandemen UUD seperti dalam pasal pemilihan Presiden & Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat, pembatasan jabatan Presiden 2 Periode.

Pada tahun 2004 ketika Pemelihan Presiden secara langsung, Amien Rais mencalonkan diri bersama Siswono Yudohusodo. Aku senang bukan main. Karena saat yang telah di tunggu akhirnya datang juga. Aku juga bersamangat kampanye bersama Baruna dan juga warga Kauman Yogyakarta. Aku berharap dalam Pemilu itu dapat terpilih pemimpin yang benar-benar dapat membuat bangsa ini segera keluar dari krisis dan juga menjadi negara yang disegani oleh bangsa lain dan juga menjadi macan asia lagi.

namun semua berkata lain Amien Rais gagal terpilih sebagai Presiden karena hanya mampu memperoleh 16 % suara. Sehingga tidak lolos putaran kedua. Ternyata masyarakat Indonesia tidak mau berubah. mereka lebih senang dipimpin oleh orang yang bermodal tampang dari pada bermodal otak. Amin Rais yang telah membangun reformasi dari 0 ternyata tidak dinggap berjasa oleh masyarakat. Mereka justru memilih orang-orang yang tidak "berkeringat" dalam reformasi. Demokrasi yang dibangun susah payah ternyata harus dinodai oleh orang-orang reformis gadungan.

Aku waktu itu jadi berpikir, pantas saja jika Indonesia tidak pernah bisa maju, karena masyarakatnya ternyata tidak mau dipimpin oleh orang yang berani, jujur, cerdas, reformi. Ingat Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum dia mengubah nasibnya sendiri. Artinya adalah kita disuruh berusaha semaksimal mungin dengan cara apa? ya dengan memilih pemimpin yang amanah, sidiq, tablig, dan fathnah. masyarat Indonesia hanya menjadi termajinalkan oleh negara-negara lain akibat tidak mau berubah dan terus saja dikuasai asing.

UU Migas, UU pertanian, UU Penanaman Modal Asing, UU Kehutanan, UU BUMN, UU Perbankan, dll adalah bukti nyata bahwa kita saat ini belum merdeka dan masih dalam pengaruh asing yang masih kuat. Kenapa kita mau memilih pemimpin yang mau tunduk dan patuh kepada asing. Kita negara berdaulat, kita negara mandiri, kita negara Indonesia yang harus bisa berani.

Dibutuhkan figur Amien Rais di Indonesia yang dapat berani terhadap asing dan berani secara tegas. Semoga akan muncul generasi seperti Amien Rais yang dapat membuat Indonesia menjadi negara yang Sejahtera, adil dan makmur terutama dari kalangan Muhammadiyah. Amien.




Senin, 05 April 2010

Lomba Debat AMM Kota Jogja




Pada haru Ahad yang lalu 4 April 2010. AMM Kota Jogja menyelenggarakan Debat Kader. Saya mengikuti lomba tersebut mewakili dari AMM Kauman / PCPM Gondomanan bersama Lifthya Akmala dan Azka Ramadhan.

Ada yang aneh dalam lomba debat itu. Karena sebelumnya peserta ganti-ganti! Pada awalnya yang ikut adalah Saya, Azka dan Prama. Namun karena ada acara di Sekolahnya maka kemudian Prama mengunurkan diri dan Kemudian digantikan oleh Manti.

Tetapi Manti pun juga menyatakan tida bisa karena sesuatu hal. Kemudian diganti oleh
Lifthya Akmala atau Iffah. Debat yang katanya dimulai pukul 08.00 itu molor hampir 2 jam. karena baru bertemu 3 orang itu (Aku, Iffah dan Azka) maka kami kami pun saling berdiskusi untuk mengatur strategi.

Seperti soal fatwa rokok, poligami, bunga bank, dll. Kemudian debat dimulai dan kami pun menjawab pertanyaan-pertanyaan dari moderator dan juri. Tentang isu bom bunuh diri, libur hari jum'at,SDIT, dll. Ada yang menarik ketika kami mendapatkan pertanyaan tentang "cara pembuatan sim dengan nembak".

kami menjawab bahwa itu tetap tidak bisa dilakukan karena suap, dan suap juga termasuk haram. Harus ada solusi untuk memecahkan masalah itu. karena hal itu telah mendarah daging dan sudah dianggap biasa baik oleh masyarakat maupun oleh Polisi. Budaya instan yang "serba ingin serba cepat" tanpa melalui proses adalah salah satu penyebabnya.

Tetapi anehnya kami bertiga (aku, Iffah dan Azka) membuat SIM itu "ternyata juga melalui nembak". hehe :p

Alhamdulillah kami lolos ke babak final disitu kami di serang tentang pertanyaan. mengapa banyak sekolah Muhammadiyah berganti dengan SDIT. Sebenarya jika kita mengabungkan konsep SDIT dengan Muhammadiyah yang sudah baik maka akan terjadi sekolah yang luar biasa. tetapi tidak merubah Ideologi Muhammadiyah. Karena sampai kapanpun Ideologi Muhammadiyah adalah harga mati !

Sebenarnya KHA Dahlan dulu juga meniru konsep pendidikan Belanda yang notabene adalah "kafir". Dulu sekolah-sekolah Islam dan juga pondok pesantren Islam semuanya masih mnenggunakan cara konvensionala sekali. Mereka sekolah hanya lesehan, tanpa seragam, tanpa menggunakan meja, kursi, papan tulis dan menggunakan sarung.

KHA Dahlan mendobrak cara-cara konvensional itu dengan cara merombak, merevolusi, menginovasi itu dengan meniru cara Belanda. Sekolah Muhammadiyah menggunakan seragam, meja, kursi, papan tulis, boleh menggunakan celana panjang. TETAPI IDEOLOGI TETAP MENGGUNAKAN MUHAMMADIYAH.

jadi jika kita mengadopsi cara SDIT tetapi Ideologi tetap menggunakan Muhammadiyah, dan juga segmentasi akan lebih luas kenapa tidak ?


Oh ya, semoga kami menang dalam lomba debat AMM Kota Jogja. Amien

INDONESIA DI KEPUNG ASING!!!


Indonesia merupakan negara yang berada dikawasan Asia Tenggara. Indonesia yang saat ini mempunyai penduduk sekitar 220 juta. Namun lebih dari 50 juta masyarakatnya berada dalam garis kemiskinan. Kita telah merdeka lebih dari 65 tahun namun hanya sedikit sekali yang benar-benar dapat menikmati "kemerdekaan".

Masyarakat Indonesia saat ini memang tidak mengalami penjajahan secara fisik lagi. Namuun penjajahan dalam bidang lain kita masih mengalami bahkan lebih parah. Saat ini Indonesia yang mempunyai Sumber Daya Alam yang sangat banyak mulai dari minyak, gas alam, batu bara, dll telah menjadi incaran bagi asing.

Negeri yang di bangun dengan susah payah ini ternyata telah digadaikan oleh para orang-orang yang bermental kapitalis. Seperti dengan privatisasi BUMN yang secara membabi buta seperti Indosat, BCA, Semen Gresik, kapal tanker pertamina, Blok Cepu, dll.

Dalam blok cepu disitu terdapat kandungan minyak yang sangat besar. Pemerintah ternyata lebih percaya memberikan eksplorasi minyak kepada pihak Amerika dalam hal ini Exxon. Padahal Pertamina sendiri mampu untuk eksplorasi minya tersebut. Ada hal aneh lagi dalam kasus Freeport yang dulu perusahaan emas yang sangat kecil. Namun setelah mengeksplorasi emas secara membabi buta di papua maka menjadi perusahaan emas no 1 di Dunia. Di sana terdapat kandungan emas terbesar di dunia, dan bahkan ada perak, tembaga, nikel, uranium. Belum lagi blok natuna yang diperebutkan karena menyimpan cadangan minyak terbesar didunia.

Tidak cukup sampai disini kepentingan asing memang sangat kuat disini. Mereka ada dalam lingkaran kekuatan setan yang telah mengakar seperti memberikan bantuan kredit kepada negara berkembang termasuk Indonesia kemudian mendekte dengan cara sesuka hatinya. Melalui IMF, ADB, World Bank,dll. Mereka telah berhasil menekan pemerintah melalui regulasi di dalam negeri seperti UU Migas, UU pertanian, UU Penanaman Modal Asing, UU Kehutanan, UU BUMN, UU Perbankan, dll.

Dengan cara membuat UU itu maka mereka secara "sah" telah berhasil merampok uang Indonesia untuk dibawa kenegaranya. Undang-undang itu semuanya intinya membolehkan asing menguasai ekonomi, pertanian, migas di Indonesia.

Menurut pakar ekonomi Kwik Kwan Gie Indonesia melalui Pertamina hanya menguasai 8 % pengelolaan migas. Sedangkan 92 % telah dikuasai oleh Asing diseluruh wilayah Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Perusahaan itu seperti caltek, Exxon, Shell,Freeport, dll telah menjarah kekayaan dalam negri kita. bahkan setelah melalukan eksplorasi tidak melakukan rehabilitasi terhadap lingungkan sehingga menyebakan bahaya bagi masyarakat yang ada disekitar.

Sang Pahlawan Reformasi Amien Rais bahkan mengatakan bahwa Indonesia hanya menjadi bangsa jonggos. yaitu bangsa kuli di negeri sendiri. Melalui kontrak karya yang mencapai 30 tahun kita tidak bisa apa-apa dengan adanya eksplorasi terhadap kekayaan negeri kita.

Perlu adanya langkah keberanian untuk menyadarkan para penyelenggara negara dan juga masyarakat. bahwa sekarang ini penjajahan terhadap bangsa kita semakin gila. INDONESIA DI KEPUNG ASING!!! dan ini harus kita lawan. Inilah merupakan bentuk Jihad kita terhadap perampasan hak yang seharusnya milik kita. Kita benar jadi kenapa mesti takut.

Pemerintah seharusnya berani melakukan renegosisasi kontrak terhadap perusahaan-perusahaan yang telah merampas, merampok, membajak, memalak, menjarah dan juga telah maling. Indonesia harus mendapatkan keutungan yang adil. minimal 75 % dari seluruh pendapatan ekspolrasi. dann juga perlu adanya audit ekspolarsi dan juga rehabilitasi lingkungan. Jika tidak mau silahkan angkat kaki dari Indonesia.

Jika Brasil, Argentina, Venezuela, India berhasil kenapa kita tidak!
Indonesia pernah menjadi macan Asia. Saatnya kita kembalikan kejayaan Indonesia lagi.
harus berani, harus mau, harus bisa, dan harus berhasilngeri sendiri.

Kamis, 01 April 2010

” Ibu dan Facebook”


Puisi berjudul ” Ibu dan Facebook”




Ibu
Facebook
Hubungannya erat sekali.

Setiap hari, sehabis mandi
selesai makan
Sehabis apapun…

Dalam hatiku,
aku berpikir
mau kemanakah gerangan ia.
Notebook.

Tapi apa yang selalu ia lihat di notebook
Facebook.

Setiap hari, tawanya menggema

Sampai kapankah hubungan erat antara Ibu dan Facebook
Mungkin sampai akhir hayatnya.

Notebooknya akan dibawa
nya… ke…surga




Inilah puisi yang merupakan sindiran dari anak kecil kelas 4 SD kepada Ibunya yang setiap hari selalu asik Facebook. Anak kecil di usia dia memang masih butuh perhatian dari Orang tuanya terutama Ibunya.

Anak kecil masih butuh kasih sayang, perhatian juga untuk menemani belajar & bermain. Facebook telah menjadi gaya hidup di sebagian kota besar di Indonesia. setiap orang pasti punya facebook dan setiap orang pasti akan "update status" walaupun hanya untuk yang tidak penting.

seperti hanya makan, tidur, kamar mandi, dll. Kita boleh saja asik facebook tapi jangan lupa dengan lingungan kita yang saat ini butuh perhatian. Seperti keluarga, sahabat, pacar, dll.

Sang Surya "Mati Suri'' di Rumah Sendiri


Mungkin kalimat diatas begitu ekstrim ketika pertama kali kita baca mengapa? Karena Kauman Yogyakarta yang selama ini menjadi kiblat Persyarikatan Muhammadiyah nampaknya telah menjadi mati suri.

Hal ini terlihat dari semakin dekatkanya persiapan Mukatamar 1 Abad Muhammadiyah namun warga & PRM tetap tenang-tenang saja. Padahal nanti puluhan ribu bahkan ratusan ribu Pengembira dari seluruh Indonesia akan memadati Kota Yogyakarta.

Mereka ingin menjadi saksi Muktamar 1 Abad Muhammadiyah. Bahkan dibernagai daerah telah menyiapkan ini dengan menabung setahun sebelumnya DEMI UNTUK DATANG KE JOGJA.
Ada yang dari Makasar, Kendari, Pontianak, Padang, Aceh, dll. Walaupun ongkos untuk menuju Jogja sangat mahal & juga kebutuhan hidup sekarang serba naik namun mereka tetap antusias.

Menurut Saya, mereka ke Jogja ada 3 tujuan tempat utama yang mereka tuju. Yaitu UMY, Malioboro dan Kauman. UMY merupakan tempat dilaksanannya Muktamar Muhammadiyah, sedangkan Malioboro adalah jantung kota Jogja yang sudah melegenda diseluruh dunia dengan aneka kerajinannya yang terkenal sangan murah. Sedangkan Kauman merupakan tempat kelahiran Persyarikatan Muhammadiyah didirikan.

Sampai saat ini Kauman masih sangat jauh persiapannya dengan kampung-kampung Muhammadiyah yang ada di Yogyakarta. Di kampung lain saat ini sudah begitu semarak dan bagus. sedangkan di Kauman bisa diblang baru siap 20 %.

Hal ini bisa dilihal dari indikasi Milad 1 Abad Muhammadiyah yang sangat kurang, serta AMM Kauman yang sangat gencar melakukan persiapan untuk Muktamar nampaknya kurang mendapatkan respon warga. Seperti dalam inisatif Pemuda Muhammadiyah Kauman yang telah bersusah payah mencoba menyerakan Kauman dengan pengadaan Lampion Muktamar.

Diharapkan setiap rumah membeli dan memasang lampion saat Muktamar nanti, namun teryata animo warga Kauman sangat minim. Yang memesan sampai saat ini masih bisa dihitung dengan jari.

Sampai kapan hal ini akan terus berlanjut?
Hanya warga Kauman yang dapat menjawabnya.
Semoga seiring dengan semakin dekatnya MUktamar 1 Abad Muhammadiyah, maka kesadaran dan antusias warga meningkat. Amien

Senin, 29 Maret 2010

Pak Amien Aqidahnya masih lurus... Amien Rais Mengkritik Pluralisme Aktivis Muhammadiyah yang Kebablasan


(wartaislam.com) Tokoh senior Muhammadiyah, Prof. Dr. M. Amien Rais membuat pernyataan yang mengagetkan bagi banyak kaum liberal di Indonesia. Dalam wawancara dengan Majalah Tabligh terbitan Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, edisi Maret 2010, Amien Rais secara terbuka mengkritik tokoh-tokoh dan aktivis Muhammadiyah yang sudah secara kebablasan menyebarkan paham Pluralisme dan meninggalkan wacana Tauhid. Untuk lebih jelasnya, kita ikuti sebagian wawancara tersebut.

Pandangan Anda mengenai aliran pluralisme?
Akhir-akhir ini saya melihat istilah pluralisme yang sesungguhnya indah dan anggun justru telah ditafsirkan secara kebablasan. Sesungguhnya toleransi dan kemajemukan telah diajarkan secara baku dalam Al-Quran. Memang Al-Quran mengatakan hanya agama Islam yang diakui di sisi Allah, namun koeksistensi atau hidup berdampingan secara damai antar-umat beragama juga sangat jelas diajarkan melalui ayat, lakum diinukum waliyadin. Bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Dalam istilah yang lebih teknis, wishfull coexistent among religions, atau hidup berdamai antar umat beragama di muka bumi.

Tidak ada yang keliru dari aliran pluralisme ?
Nah, karena itu tidak ada yang salah kalau misalnya seorang Islam awam atau seorang tokoh Islam mengajak kita menghormati pluralisme. Karena tarikh Nabi sendiri itu juga penuh ajaran toleransi antarberagama. Malahan antar-umat beragama boleh melakukan kemitraan di dalam peperangan sekalipun. Banyak peristiwa di zaman Nabi ketika umat Nasrani bergabung dengan tentara Islam untuk menghalau musuh yang akan menyerang Madinah.

Apa yang dibablaskan ?
Saya prihatin ada usaha-usaha ingin membablaskan pluralisme yang bagus itu menjadi sebuah pendapat yang ekstrim, yaitu pada dasarnya mereka mengatakan agama itu sama saja. Mengapa sama saja? Karena tiap agama itu mencintai kebenaran. Dan tiap agama mendidik pemeluknya untuk memegang moral yang jelas dalam membedakan baik dan buruk. Saya kira kalau seorang muslim sudah mengatakan bahwa semua agama itu sama, maka tidak ada gunanya sholat lima waktu, bayar zakat, puasa Ramadhan, pergi haji, dan sebagainya. Karena itu agama jelas tidak sama. Kalau agama sama, banyak ayat Al-Quran yang harus dihapus. Nah, kalau sampai ajaran bahwa “semua agama sama saja” diterima oleh kalangan muda Islam; itu artinya, mereka tidak perlu lagi sholat, tidak perlu lagi memegang tuntunan syariat Islam. Kalau sampai mereka terbuai dan terhanyutkan oleh pendapat yang sangat berbahaya ini, akhirnya mereka bisa bergonta-ganti agama dengan mudah seperti bergonta-ganti celana dalam atau kaos kaki.

Apakah kebablasan pluralisme karena faktor kesengajaan atau rekayasa?
Saya kira jelas sekali adanya think tank atau dapur-dapur pemikiran yang sangat tidak suka kepada agama Allah, kemudian membuat bualan yang kedengarannya enak di kuping: semua agama itu sama. Jika agama itu sama, lantas apa gunanya ada masjid, ada gereja, ada kelenteng, ada vihara, ada sinagog, dan lain sebagainya.

Yang dimaksud dengan think tank ?
Saya yakin think tank itu ada di negara-negara maju yang punya dana berlebih, punya kemewahan untuk memikirkan bagaimana melakukan ghazwul fikri (perang intelektual terhadap dunia Islam). Misalnya, kepada dunia Islam ditawarkan paham lâ diniyah sekularisme yang menganggap agama tidak penting, termasuk di dalamnya pluralisme, yang kelihatannya indah, tapi ujung-ujungnya adalah ingin menipiskan aqidah Islam supaya kemudian kaum Muslim tidak mempunyai fokus lagi. Bayangkan kalau intelektual generasi muda Islam sudah tipis imannya, selangkah lagi akan menjadi manusia sekuler, bahkan tidak mustahil mereka menjadi pembenci agamanya sendiri.

Sepertinya aliran pluralisme itu sudah masuk ke kalangan muda Muhammadiyah, pendapat Anda?
Kalau sampai aliran pluralisme masuk ke kalangan muda Muhammadiyah, ini musibah yang perlu diratapi. Oleh karena itu, saya menganjurkan sebelum mereka membaca buku-buku profesor dari Amerika dan Eropa, bacalah Al-Quran terlebih dahulu. Saya sendiri yang sudah tua begini, 66 tahun, sebelum saya membaca buku-buku Barat, baca Al-Quran dulu. Karena orang yang sudah baca Al-Quran, dia akan sampai pada kesimpulan bahwa berbagai ideologi yang ditawarkan oleh manusia seperti mainan anak-anak yang tidak berbobot. Jika meminjam istilah Sayyid Quthb, seorang yang duduk di bawah perlindungan Al-Quran ibarat sedang duduk di bukit yang tinggi, kemudian melihat anak-anak sedang bermain-main dengan mainannya. Orang yang sudah paham Al-Quran akan bisa merasakan bahwa ideologi yang sifatnya man-made, buatan manusia, itu hanya lucu-lucuan saja. Hanya menghibur diri sesaat, untuk memenuhi kehausan intelektual ala kadarnya. Setelah itu bingung lagi.

Kenapa paham pluralisme itu bisa masuk ke kalangan muda Muhammadiyah? Apa karena Muhammadiyah terlalu terbuka atau karena sistem kaderisasi?
Hal ini perlu dipikirkan oleh pimpinan Muhammadiyah. Saya melihat, banyak kalangan muda Muhammadiyah yang sudah eksodus. Kadang-kadang masuk ke gerakan fundamentalisme, tapi juga tidak sedikit yang masuk Islam Liberal. Islam yang sudah melacurkan prinsipnya dengan berbagai nilai-nilai luar Islam. Hanya karena latah. Karena ingin mendapatkan ridho manusia, bukan ridho Ilahi. Oleh karena itu, lewat majalah Tabligh, saya ingin mengimbau kepada anak-anak saya, calon-calon intelektual Muhammadiyah, baik putra maupun putri, agar menjadikan Al-Quran sebagai rujukan baku. Saya pernah tinggal di Mesir selama satu tahun. Saya pernah diberitahu oleh doktor Muhammad Bahi, seorang intelektual Ikhwan, ketika saya bersilaturahmi ke rumah beliau, beliau mengatakan, “Hei kamu anak muda, kalau kamu kembali ke tanah airmu, kamu jangan merasa menjadi pejuang Muslim kalau kamu belum sanggup membaca Al-Quran satu juz satu hari.”
Waktu itu saya agak tersodok juga, tetapi setelah saya pikirkan, memang betul. Kalau Al-Quran sebagai wahyu ilahi yang betul-betul membawa kita kepada keselamatan dunia-akhirat, kita baca, kita hayati, kita implementasikan, kehidupan kita akan terang benderang. Tapi kalau pegangan kita pada Al-Quran itu setengah hati. Kemudian dikombinasikan dengan sekularisme, dengan pluralisme tanpa batas, dengan eksistensialisme, bahkan dengan hedonisme, maka kehidupan kita akan rusak. Sehingga betul seperti kata pendiri Muhammadiyah dalam sebuah ceramah beliau, “Ad-dâ’u musyârokatullâ hi fii jabarûtih”. Namanya penyakit sosial, politik, hukum, dan lain-lain, itu sejatinya bersumber kepada menyekutukan Allah dalam hal kekuasaannya. Obatnya bukan menambah penyakit, yakni dengan isme-isme yang kebablasan, tapi obatnya itu, “adwâ’uhâ tauhîddullâhi haqqa”. Obatnya adalah tauhid dengan sungguh-sungguh.

Jadi, saya juga ingat dengan kata-kata Mohammad Iqbal: “The sign of a kafir is that he is lost in the horizons. The sign of a Mukmin is that the horizons are lost in him.”. Saya pernah termenung beberapa hari setelah membaca pernyataan Mohammad Iqbal yang sangat tajam itu. Karena betapa seorang mukmin akan begitu jelas, begitu paham, begitu terang benderang memahami persoalan dunia. Sedangkan orang kafir, bingung dan tersesat.

Sepertinya Muhamadiyah mulai terseret arus pluralisme, contohnya pada saat peluncuran novel Si Anak Kampoeng. Penulisnya mengatakan sebagian dari keuntungan penjualan akan digunakan untuk membentuk Gerakan Peduli Pluralisme, pandangan Anda ?
Saya tidak akan mengomentari apa dan siapa. Cuma adik saya yang anggota PP Muhammadiyah, pernah memberikan sedikit kriteria atau ukuran yang sangat bagus. Dia bilang begini, “Kalau orang Muhammadiyah sudah tidak pernah bicara tauhid dan malah bicara hal-hal di luar tauhid, apalagi kesengsrem dengan pluralisme, maka perlu melakukan koreksi diri.” Apakah itu tukang sapu di kantor Muhammadiyah, apakah tukang pembawa surat di kantor Muhammadiyah, apakah profesor botak, sama saja. Kalau sudah tidak kerasan berbicara tauhid, mau dikemanakan Muhammadiyah? Muhammadiyah ini bisa bertahan sampai satu abad, tetap kuat, tidak pikun, dan masih segar, karena tauhidnya. Implementasi tauhidnya di bidang sosial, pendidikan, hukum, politik, itu yang menjadikan Muhammadiyah perkasa dan tidak terbawa arus.

******
Demikianlah wawancara Amien Rais dengan Majalah Tabligh Muhammadiyah. Tidak dapat dipungkiri, bagi kita yang sering membahas bahaya paham Pluralisme Agama, peringatan Amien Rais tesebut sangatlah menggembirakan. Kita gembira, karena ada tokoh yang selama ini banyak berkecimpung di dunia politik, yang biasanya enggan bicara dalam tataran ideologis, justru secara terbuka menyatakan pendiriannya soal akidah Islam.

Simaklah kembali, kata-kata Amien Rais: ”Apakah itu tukang sapu di kantor Muhammadiyah, apakah tukang pembawa surat di kantor Muhammadiyah, apakah profesor botak, sama saja. Kalau sudah tidak kerasan berbicara tauhid, mau dikemanakan Muhammadiyah?”
Peringatan Amien Rais ini sangat penting, sebab tidak dapat dipungkiri, memang ada sejumlah dosen bahkan profesor di lingkungan Muhammadiyah yang sangat aktif menyebarkan paham Pluralisme Agama. Pada CAP ke-262, kita membahas pemikiran seorang Profesor di Jawa Timur yang secara terbuka mengusulkan perlunya kampus-kampus Muhammadiyah menyelenggarakan studi-studi agama berbasis multikulturalisme; bukannya Studi Agama berbasis Tauhid.

Misalnya, ia mengusulkan, agar: ”Studi agama di Perguruan Tinggi Muhammadiyah perlu mempertimbangkan multikulturalisme dan modal sosial. Inti dari studi agama adalah mengembangkan pemahaman terhadap pelbagai dimensi yang terdapat dalam agama.” Katanya lagi, ”Studi agama berbasis multikulturalisme, dengan demikian, dapat diartikan sebagai suatu usaha mengembangkan mengembangkan pemahaman agama yang menghargai perbedaan dan kesediaan bekerjasama atas dasar persamaan kemanusiaan.”

Sang profesor juga mempromosikan gagasan Kesatuan Transendensi Agama-agama, seperti ditulisnya: ”Upaya mencari titik temu antarpelbagai kelompok agama secara lebih mendasar dikembangkan oleh seorang tokoh mistikus kontemporer Frithjop Schuon (1984). Gagasan Frithjop Schuon dikatakan lebih mendasar karena menjadikan dimensi transendental agam-agama. Bagi Frithjop Schuon, di balik perbedaan pada masing-masing agama, tetap ada peluang dipertemukan mengingat kesamaan pada dimensi transendentalnya. Semua agama, apapun bentuk eksoteriknya (tata cara beribadah, tempat ibadah, ungkapan-ungkapan bahasa agama, dan perbedaan bersifat simbolik lainnya), kata Frithjop Schuon, berjumpa pada ranah transendental, yaitu Tuhan. Inilah dimensi esoterik agama, sekaligus jantung semua agama (the heart of religion).”

Di Yogyakarta ada seorang profesor yang juga aktif di lingkungan Muhammadiyah dan sangat aktif menyebarkan paham Pluralisme Agama. Dalam sebuah bukunya yang berjudul Kesalehan Multikultural (2005), sang profesor dari UIN Yogya ini malah menolak Pendidikan Tauhid seperti yang dipahami kaum Muslim selama ini. Sebagai gantinya, dia mengajukan gagasan ’Pendidikan Islam Multikultural’. Ia menulis:

”Jika tetap teguh pada rumusan tujuan pendidikan (agama) Islam dan tauhid yang sudah ada, makna fungsional dan rumusan itu perlu dikaji ulang dan dikembangkan lebih substantif. Dengan demikian diperoleh suatu rumusan bahwa Tuhan dan ajaran atau kebenaran yang satu yang diyakini pemeluk Islam itu bersifat universal. Karena itu, Tuhan dan ajaran-Nya serta kebenaran yang satu itu mungkin juga diperoleh pemeluk agama lain dan rumusan konseptual yang berbeda. Konsekuensi dari rumusan di atas ialah bahwa Tuhannya pemeluk agama lain, sebenarnya itulah Tuhan Allah yang dimaksud dan diyakini pemeluk Islam. Kebenaran ajaran Tuhan yang diyakini pemeluk agama lain itu pula, sebenarnya yang merupakan kebenaran yang diyakini oleh pemeluk Islam.” (hal. 182-183).

Masih di Yogya, dalam bukunya yang berjudul Syariah Demokratik (2004), seorang dosen Muhammadiyah mengusulkan agar pendidikan agama di sekolah-sekolah Muhammadiyah diubah menjadi Pendidikan Agama Islam berbasis teologi agama-agama. Ia menulis: ”Pendidikan agama Islam (termasuk aqidah-akhlak) harus dirumuskan menjadi sebuah pendidikan yang menuju pendidikan teologi agama-agama. Pendidikan ini merupakan pendidikan yang diangkat dari nilai-nilai universal agama-agama, diangkat dari realitas lapangan sehingga tidak ”melangit” tetapi ”membumi”. Dengan rumusan pendidikan aqidah-akhlak yang berperspektif agama-agama, maka pendidikan Islam (aqidah-akhlak) akan menjadi sebuah pendidikan yang mampu merespon persoalan-persoalan kontemporer.” (hal. 285-286).

Tentang pendidikan akhlak, dia contohkan: ”Bahkan apabila dimungkinkan pendidik harus pula mengemukakan contoh yang datang dari orang yang tidak secara tegas mengatakan beragama Islam, Paus Johanes VII, Martin Luther, M.K. Gandhi, Sidharta Gautama, misalnya, atau siapa saja yang dianggap memiliki kelebihan-kelebihan.” (hal. 275).

Yang sangat terkenal juga sebagai penyokong berat paham pluralisme adalah seorang profesor yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah. Meskipun ia berulangkali menyangkal definisi pluralisme sebagai paham yang menyatakan, ”semua agama adalah sama”, tetapi faktanya, dia menjadi pendukung aktif kaum pluralis yang berpaham seperti itu. Sebagai contoh bisa dilihat dalam dukungan dan pujian sang profesor ini terhadap buku Argumen Pluralisme Agama, Membangun Toleransi Berbasis Al-Quran (2009), karya Abd Moqsith Ghazali. Terhadap karya ini, sang profesor yang juga alumnus Chicago University ini menulis: ”Al-Quran, jika dipahami secara jujur dan cerdas, bersikap lebih toleran dibandingkan dengan sikap sebagian umat Islam yang berpikir parsial. Intelektual muda Muslim Abd. Moqsith Ghzali telah bertungkus lumus meneliti pandangan Islam terhadap pluralisme agama berdasarkan dalil-dalil normatif dan historis yang dipahami secara adil dan proporsional, sebuah upaya akademik yang bernilai tinggi dan berjangkauan jauh.” (sampul belakang).

Padahal, dalam buku ini, Abd. Moqsith Ghazali secara telanjang memaparkan bagaimana pandangannya terhadap paham Pluralisme Agama yang pada dasarnya menyamakan kebenaran semua agama. Misalnya, ia mengutip QS al-Baqarah ayat 62 sebagai landasan untuk menyatakan, bahwa pemeluk agama apa pun – tanpa perlu beriman kepada Nabi Muhammad saw – tetap dapat menerima pahala dari Allah: ”Jika diperhatikan secara seksama, jelas bahwa dalam ayat itu tak ada ungkapan agar orang Yahudi, Nashrani, dan orang-orang Shabi’ah beriman kepada Nabi Muhammad. Dengan mengikuti pernyataan eksplisit ayat tersebut, maka orang-orang beriman yang tetap dengan keimanannya, orang-orang Yahudi, Nashrani, dan Shabi’ah yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta melakukan amal saleh – sekalipun tak beriman kepada Nabi Muhammad, maka mereka akan memperoleh balasan dari Allah. Pernyataan agar orang-orang Yahudi, Nashrani, dan Shabi’ah beriman kepada Nabi Muhammad adalah pernyataan para mufasir dan bukan ungkapan al-Quran. Muhammad Rasyid Ridla berkata, tak ada persyaratan bagi orang Yahudi, Nashrani, dan Shabi’ah untuk beriman kepada Nabi Muhammad.” (hal. 249).

Lebih jelas lagi, pada bagian kesimpulan, buku yang dipuji oleh sang Profesor ini menegaskan: ”Terhadap siapa saja yang beriman kepada Allah, meyakini Hari Akhir, dan melakukan amal kebajikan, al-Quran menegaskan bahwa mereka, baik beragama Islam maupun bukan, kelak di akhirat akan diberi pahala. Tak ada keraguan bahwa orang-orang seperti ini akan mendapatkan kebahagiaan ukhrawi. Ini karena, sebagaimana dikemukakan Muhammad Rasyid Ridla, keberuntungan di akhirat tak terkait dengan jenis agama yang dianut seseorang. Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa Waraqah ibn Naufal, seorang pendeta Kristen, akan masuk surga.” (hal. 392).

Tentu saja, kutipan pendapat Rasyid Ridla dan sabda Nabi Muhammad saw tersebut tidak benar. Rasyid Ridla tidak berpendapat seperti itu. Hal ini sudah beberapa kali kita bahas. Begitu juga, Waraqah adalah pendeta yang beriman kepada kenabian Muhammad saw, sebagaimana Najasyi. Jadi, kesimpulan dalam buku ini sangatlah keliru. Jika memang semua pemeluk agama apa pun dapat diterima amalnya dan mendapatkan pahala, tanpa memandang agamanya apa, lalu apa logikanya, Islam membedakan antara orang mukmin, kafir, muysrik, munafik, dan sebagainya? Untuk apa Rasulullah saw mengajak umat manusia, apapun agamanya, agar memeluk Islam, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah? Juga, bukankah agama-agama di dunia ini begitu banyak dan beragam jumlahnya?!

Karena itu, kesimpulan buku yang mempromosikan paham Pluralisme semacam ini, sangatlah naif dan absurd. Tetapi, justru profesor kenamaan yang mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah justru memuji-mujinya setinggi langit. Karena itu, bisa dipahami, jika seorang tokoh seperti Amien Rais kemudian melihat penyebaran paham Pluralisme di lingkungan Muhammadiyah oleh sejumlah oknum tersebut sudah kebablasan, sampai dia sampai pada kesimpulan: ”Apakah itu tukang sapu di kantor Muhammadiyah, apakah tukang pembawa surat di kantor Muhammadiyah, apakah profesor botak, sama saja. Kalau sudah tidak kerasan berbicara tauhid, mau dikemanakan Muhammadiyah?”

Kita berdoa, semoga Amien Rais, kita semua, dan para tokoh Muhammadiyah senantiasa dibimbing oleh Allah untuk dapat berpegang teguh pada kalimah Tauhid dan tidak terjerumus ke dalam paham-paham syirik dan kekufuran, meskipun paham itu dikemas dan dikemukakan dalam bahasa dan ungkapan-ungkapan yang menawan dan memukau banyak manusia.

Minggu, 13 Desember 2009

LAGU MUKTAMAR 1 ABAD MUHAMMADIYAH


MUKTAMAR MUHAMMADIYAH 1 ABAD

Lagu : Dwiki Darmawan
Syair: Din Syamsuddin

Seabad gerak waktu
Sang Surya bersinar selalu
dalam berkat rahmatMu
cerahi peradaban mutu

Jutaan insan bersatu
ribuan amal berpadu
dalam lingkar syahadat
bawa Islam penuh rahmat

Ke Jogja kita kembali
Abad kedua kita mulai
tekad membaja di hati
walau jalan mendaki

Ayo bergandengan tangan
hadapi sgala tantangan
gerakkan lasykar zaman
jayalah masa depan

Muhammadiyah satu abad
saat kita bergembira
atas segala nikmat
cabang ranting semua bersua

Sabtu, 31 Oktober 2009

Fakta-Fakta Kemunafikan Polri dalam Mengasuskan Bibit dan Chandra

Fakta-Fakta Kemunafikan Polri dalam Mengasuskan Bibit dan Chandra
2009 Oktober 31
tags: Bibit Samad Rianto, Chandra M. Hamzah, cia, cicak melawan buaya, Erry Riyana Hardjapamekas, indonesia, kpk
by nusantaraku
Pendahuluan

Erry Riyana Hardjapamekas, mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2003-2007 meminta kepada polisi agar dirinya ditetapkan sebagai tersangka serta ditahan. Ia mengaku pernah melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah. Permintaan itu telah disampaikannya melalui surat yang ditujukan kepada Kabareskrim Komjen Susno Duadji pada 30 Oktober 2009.

Menurut dia, sebagian besar pimpinan KPK termasuk mantan pimpinan pernah melakukan hal serupa yaitu mengeluarkan perintah pencekalan dan pencabutan pencekalan terkait proses penyelidikan dan penyidikan di KPK secara individual maupun kolektif. “Sehingga layak ditetapkan sebagai tersangka,” katanya. Jika polisi konsisten dengan kebijakan hukum, ia bersedia ditahan karena menjalankan tugas sebagai pimpinan sesuai UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK. (Kompas)

Apa yang disampaikan oleh Pak Erry merupakan pernyataan yang tegas sekaligus pesan yang tajam kepada Polri. Tindakan melakukan pencekalan, pencabutan pencekalan untuk proses penyidikan merupakan wewenang penuh oleh pimpinan KPK selama alasan cekal/cabut cekal harus dapat dipertanggungjawab secara hukum dan tidak melanggar hak asasi manusia. Bahkan selama menjabat sebagai pimpinan KPK 2003-2007, Pak Erry dalam wawancara di Metro TV mengaku bahwa dirinya juga seperti mantan pimpinan KPK lainnya pernah membuat keputusan baik secara individual maupun kolektif (bersama 1, 2, 3 atau 4 pimpinan lainnnya). Hal ini terjadi karena tugas yang besar (banyak) dan mobilitas yang tinggi, maka untuk menghadirkan kelima pimpinan untuk setiap keputusan (dari kecil hingga besar) menjadi kendala besar. Ini menjadi persoalan dilematis atas definisi ‘kolektif’ seperti dalam UU KPK.

Saya katakan dilematis karena tugas yang diemban KPK sangatlah besar dan banyak. Kasus korupsi yang harus ditangani bertumpuk. Satu kasus demi satu kasus terus muncul, sedangkanpenyelesaian kasus selalu menghadapi kendala untuk menghadirkan bukti sebanyak mungkin yang valid. Dengan adanya definisi “kolektif’ dalam UU 30/2002, maka secara langsung telah membatasi kewenangan pimpinan KPK agar tidak menggunakan sewenang-wenang demi kepentingan pribadi/golongan.

“Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagaimana dimaksud pada ayat 2 (red: 1 ketua + 4 wakil) bekerja secara kolektif” – (Pasal 21 Ayat (5) UU 30 Tahun 2002 tentang KPK)

Atas Nama Penegakan Hukum?

Baik Chandra M Hamzah maupun Bibit Samad Rianto membuat keputusan secara individu dalam penetapan cekal dan cabut cekal masing-masing kepada Anggoro Widjaja dan Joko Tjandra. Meskipun alasan mencekal Anggoro Widjaja dalam kasus SKRT dan mencabut cekal Joko Tjandra dalam kasus Artalyta Suryani sudah tepat dalam ranah pemberantasan tindak pidana korupsi, namun pihak kepolisian merasa sangat berkeberatan. Sebagai penegak hukum, Polisi ingin menegakkan UU 30 Tahun 2002 tegak berdiri secara sempurna di muka bumi Indonesia tanpa kecuali. Meski secara pribadi Bibit dan Chandra (B&C) bertindak untuk memberantas korupsi, namun mereka salah prosedur, karena berjalan secara sendiri-sendiri.

Dari sisi ini, saya sangat salut dan menaruh hormat besar kepada Polri yang sudah begitu cermat, telatan dan tegas menegakan hukum sampai hal-hal terkecil, hal-hal mendetail terhadap UU 30 tahun 2002. Bahkan Polri juga ingin menegakkan UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor yakni Pasal 23 : “Dalam perkara korupsi, pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220, Pasal 231, Pasal 421, Pasal 422, Pasal 429 atau Pasal 430 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 6 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp. 300.000.000.“. Dengan matanya yang tajam, Polri menilai bahwa B&C melanggar pasal 422 KUHP : “Seorang pejabat yang dalam suatu perkara pidana menggunakan sarana paksaan, baik untuk memaksa orang supaya mengakui, maupun untuk mendapatkan keterangan, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.“

Jika kita melihat usaha ini, maka sungguh mulialah polisi itu. Sungguh mulialah pak Susno Duadji. Sungguh mulia pula Pak Hendarman, meskipun memberi keterangan palsu. Sungguh mulia pula pak Nanan Sukarna meskipun data yang disampaikan ke publik tidak benar. Sungguh mulia juga tim Bareskrim Polri yang memberi pelajaran bagi B&C yang turut serta mempidana mantan Kapolri Rusdihardjo yang bertanggungjawab atas pungli kepada TKI&TKW di Malaysia.
Fakta dan Keanehan

Fakta yang nyata adalah Bibit Samad Rianto melakukan pencabutan cekal pada Joko Tjandra karena sebelumnya KPK memperkirakan terjadi aliran USD 1 juta (Rp 10 miliar) dari Joko Tjandra kepada Arthalyta Suryani. Namun ternyata dana Rp 10 miliar dari Joko Tjandra, sang buronan koruptor ini mengalir ke Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian (YKDK) milik Mars. (Purn) TNI Djoko Suyanto, Mantan Kapolri Jend (Purn) Sutanto, dan mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan mantan Ketua KADIN MS Hidayat. Keempat Dewan Pembina YKDK ini karena telah berjasa terhadap SBY, setidaknya Djoko Suyanto dan Sutanto menjadi tim sukses kampanye SBY Boediono diangkat menjadi menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Hal yang paling menjijikkan adalah Djoko Suyanto tidak tahu bahwa ada aliran Rp 10 miliar (USD 1 juta) dari buronan korupsi Joko Tjandra. “Bukan pribadi, saya tak tahu menahu. Soal dana masuk ke yayasan saya tidak tahu, itu urusan yayasan,” kata Djoko Suyanto saat dihubungi VIVAnews, Kamis 1 Oktober 2009. Kalau cuman Rp 10.000 dan Anda tidak tahu, itu adalah hal wajar tapi ini Rp 10 miliar!!!

Berbeda dengan Bibit Samad Rianto, Wakil Ketua KPK (non-aktif) Chandra M Hamzah justru melakukan pencekalan terhadap Anggoro Widjaja. Anggoro Widjaya merupakan Direktur PT Masaro Anggoro yang menjadi tersangka dalam kasus suap korupsi SKRT di berbagai instansi pemerintahan (dari Departemen Kehutanan hingga Kepolisian). Jika dalam kasus Joko Tjandra ada hal yang aneh, maka kasus Anggoro Widjaja sama anehnya.

Pada 22 Agustus 2008, Chandra M Hamzah atas nama KPK melayangkan surat cekal terhadap Anggoro Widjaja. Setelah penyusutan yang lebih lengkap selama hampir 10 bulan, akhirnya pada 19 Juni 2009, Anggoro Widjaja resmi menjadi tersangka kasus korupsi ‘kompleks’ (dari sebelumnya terlibat dalam SKRT, lalu terungkap kembali pada kasus lain yakni kasus penyuapan Tanjung Api-Api. Menambah bukti). Ketika masih berstatus tersangka, Pak Susno Duadji alih-alih menemui buronan KPK ini di Singapura pada tanggal 11 Juli 2009. Meskipun tindakan Susno Duadji ini salah, namun petingi Polri melalui Kadiv Humas Polri Nanan Sukarna justru melakukan pembohongan publik. Nanan membela bahwa Susno tidak bersalah karena status Anggoro sebagai saksi Polri, padahal Anggoro dijadikan saksi Polri pada Agustus 2009. Satu kebohongan sekaligus kemunafikan Polri! Ini menjadi awal dari rangkaian fakta- fakta kemunafikan polri yang ingin saya ungkapkan!

Menilik sebentar kebelakang. Jauh-jauh hari, Ketua MK Mahfud MD atas nama pribadi (bukan a.n lembaga) lebih melihat bahwa salah atau benarnya prosedur yang dilakukan B&C dalam konteks pengeluaran keputusan cekal dan cabut cekal lebih tepat dibawa ke pengadilan tata negara, bukan pidana. Bisa dikatakan bahwa 90% tindakan yang dilakukan B&C dalam cekal dan cabut cekal pada Joko T dan Anggoro W sudah tepat. Meski kesalahan tetap ada, namun konteknya bukanlah pidana, tapi lebih pada perdata. Sampai saat ini, bukti-bukti dan saksi yang selama ini menjadi andalan polisi telah menyatakan B&C tidak melakukan pemerasan, tidak pula menerima suap.

Sampai uraian disini, maka kita bisa memaklumi bahwa tindakan polisi untuk menetapkan B&C sebagai tersangka penyalahgunaan wewenang atas nama ‘penegak hukum’ tingkat tinggi. Kepolisian sudah memiliki waktu yang begitu banyak dan lenggang untuk menegakkan hukum di negeri ini sehingga bisa begitu semangat dan giat mencari kesalahan para petinggi KPK yang salah prosedural.
Kemunafikan-Kemunafikan Atas Nama Penegakan Hukum

Pihak Bareskrim Polri yang bisa begitu semangat mencari seluk beluk kesalahan dalam bentuk apapun yang dilakukan pimpinan KPK merupakan prestasi besar. Atas inisiatif sendiri, Bareskrim Polri meminta Antasari untuk melaporkan rekannya yang diduga melakukan suap, lalu berubah statusnya menjadi dugaan penyalahgunaan wewenang. Ini merupakan semangat luar biasa dari Bareskrim Polri yang pantang menyerah untuk menindak petinggi KPK yang ‘nakal’.

Tindakan polri ini akan menjadikan prestasi besar nan agung dengan satu catatan saja. Apa itu? Jika Polri telah melakukan hal yang sama terhadap kasus-kasus yang kasat mata, yang dampaknya lebih besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Sebut saja kasus Lumpur Lapindo, Pembalakan Liar Hutan Riau, Tindak Pidana Pilkada Jawa Timur, Pungli atas Penjualan CD/DVD Bajakan, Perjudian hingga pidana dana kampanye Pilpres 2009 silam. Apakah Polri sudah begitu gentol mencari bukti kesalahan sedetil kasus B&C?

Jika kita telusuri pemberitaan media dan mencari fakta-fakta lapangan atas kasus-kasus seperti saya sebutkan diatas, lalu kita bandingkan dengan kasus B&C, maka hanya ada satu kata yang tepat untuk Polri khususnya Bareskrim Polri : MUNAFIK!. Bareskrim Polri telah terlalu munafik mengasuskan Bibit dan Chandra. Polri mencari kesalahan yang detil dan abu-abu untuk B&C, sementara kasus-kasus besar yang merugikan negara dan bangsa yang sangat kasat mata tidak ditindak dan follow up segentol kasus B&C. Ha….Kuman di seberang laut nampak, gajah di kelopak mata tidak nampak, peribahasa yang tepat untuk disandangkan kepada segelintir petinggi polri yang terlalu bernafsu dan terlihat munafik.

Untuk menghemat waktu dan membatasi panjang artikel, saya hanya membuat 1 fakta komprehensif kemunafikan Polri yang tidak berusaha mencari fakta-fakta dan bukti kasus-kasus besar serta beberapa fakta tambahan non-komprehensif.

Bareskrim Polri Munafik, Tidak Menindaklanjuti Pelanggaran Pidana Dana Kampanye Pilpres 2009

Dalam UU 42 Tahun 2009 tentang Pilpres 2009, secara jelas menggariskan apa dan bagaimana dana kampanye pasangan calon presiden-wakil presiden dapat diterima, digunakan dan dipertanggungjawabkan. Dalam pasal 96 melarang sumbangan dana kampanye dari perorangan melebihi Rp 1 miliar (ayat 1) dan tidak boleh melebihi Rp 5 miliar dari dari kelompok, perusahaan, atau badan usaha non-pemerintah (pasal 2). Untuk pasal 96 ini, pasangan SBY-Boediono dapat dijadikan tersangka karena menerima dana kampanye dari perusahaan afiliasi menyumbang sebesar Rp 8.5 miliar (lebih dari Rp 5 miliar seperti diatur UU) dengan rincian PT Northstar Pasific Investasi (Rp 1 miliar) + PT Northstar Pasific Capital (Rp 1 miliar), PT Sumber Alfaria Trijaya (Rp 3,5 miliar), dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Rp 3 miliar).

Meski datanya sudah jelas, namun polri seperti mati ditelan bumi. Tidak bergeming, tidak ada usaha mencari bukti kesalahan. Tidak ada usaha menyelidiki kasus yang besar ini. Ini bukti kemunafikan polri yang lain, padahal bagi yang melanggar pasal 96 (2) secara jelas akan mendapat sanksi pidana 6-12 bulan dan denda Rp 1 miliar – Rp 5 miliar seperti ditegaskan dalam Pasal 220 UU 42/2008.

Pasal 103 (1) : Pasangan Calon dilarang menerima sumbangan pihak lain yang berasal dari:
a. pihak asing;
b. penyumbang yang tidak benar atau tidak jelas identitasnya (NPWP);
c………….

Pasal 103 (2) Pelaksana Kampanye yang menerima sumbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dibenarkan menggunakan dana tersebut dan wajib melaporkannya kepada KPU dan menyerahkan sumbangan tersebut ke kas negara paling lambat 14 (empat belas) hari setelah masa Kampanye berakhir.

Sanksi Pasal 103 (1) dan 103(2 diatur Pasal 222 (1) dan 222 (2) : pidana 1-4 tahun dan denda 3 kali dari dana yang diperoleh.

Siapa yang melanggar?

Dalam penjelasan UU 42/2008 pasal 103 (1), yang dimaksud dengan “pihak asing” meliputi negara asing, lembaga swasta asing termasuk perusahaan swasta yang ada di Indonesia dengan sebahagian sahamnya dimiliki oleh pihak asing, lembaga swadaya masyarakat asing, dan/atau warga negara asing.

Bila pasal 96 hanya menimpa pada pasangan SBY-Boediono, namun pada pasal 103 semua calon diduga melanggar. Secara tertulis dan laporan komprehensif, Bawaslu sebagai Badan resmi Pengawas Pemilu melaporakn ketiga pasang capres-cawapres kepada instansi polisi untuk diproses. Namun, dasar MUNAFIK, Bareskrim Polri justru men SP3 kasus pelanggaran dana kampanye ini. Salah satu alasan logis mengapa Bareskrim tidak nemindaklanjuti kasus ini karena kasus ini membawa nama penguasa, terutama nama bos-nya SBY-Boediono, disamping Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto.

Bagi mereka yang peka dengan penegakkan hukum yang jelas-jelas kasat mata, maka ketika mereka membaca berita di bawah ini, lalu bandingkan dengan usaha Bareskrim Polri yang berusaha mencari kesalahan pimpinan KPK, maka saya berani mengatakan “Bareskrim Polri MUNAFIK“

* Suryaonline : Soal Pelanggaran Dana Kampanye, Polri SP3 Bareskrim Tak Gubris Bawaslu
* Tempo : Polisi Hentikan Kasus Dana Kampanye Tanpa Alasan Jelas
* MediaIndonesia : Upaya Bawaslu Pidanakan Tim Kampanye Gagal

Bareskrim Mabes Polri menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terkait dugaan pelanggaran dana kampanye atas laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Penghentikan perkara penyidikan menimbulkan kecurigaan, lantaran tanpa ada keterangan jelas dari Bareskrim. Hal itu menyebabkan, Bawaslu kecewa dengan kinerja Kepolisian.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur I Keamanan Transnasional Badan Reserse Kriminal Brigadir Jenderal Bachtiar Tambunan itu, kata Tio, tak disebutkan alasan penghentian penyidikan. Surat itu hanya menyebutkan, “Penyidikan dihentikan sejak 2 Oktober 2009 demi hukum,” katanya. (surya)

1. Megawati-Prabowo : menerima sumbangan dari PT Kertas Nusantara yang 70 persen sahamnya dimiliki oleh pihak asing.
2. SBY-Boediono : Wakil Ketua dan Bendahara Tim Kampanye SBY-Boediono, yaitu Djoko Suyanto (sekarang jadi Menko Polhukam!) dan Garibaldi Thohir. Djoko dan Garibaldi bertanggung jawab atas revisi perubahan laporan dana kampanye. Dalam laporan pertama, tim kampanye (SBY-Boediono) mengakui menerima sumbangan dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional yang sebagian besar sahamnya juga dimiliki asing. Tapi, belakangan nama BTPN tak muncul dalam laporan yang diserahkan ke kantor akuntan publik.
3. JK-Wiranto : Ketua dan Bendahara Tim Kampanye JK-Wiranto, yaitu Fahmi Idris dan Solichin Kalla bertanggung jawab atas penerimaan yang tak dicatat dalam laporan dana kampanye Jusuf Kalla-Wiranto.

Sebagai rakyat biasa, saya sangat kecewa. Anda bisa melihat begitu jelas bahwa kasus Prita tidak lebih besar dari kasus pidana miliaran rupiah. Bukti kasus pelanggaran dana kampanye tidak seabu-abu kasus B&C. Apakah hukum hanya suatu permainan? Apakah dua pimpinan KPK sengaja harus ‘dimatikan’ agar mereka tidak menyentuh kasus dana kampanye???

Kasus pidana dana kampanye Pilpres 2009 yang tidak ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri hanyalah salah satu contoh dari sekian contoh kemunafikan polri dalam memroses hukum yang diskriminatif. Ketika berhubungan kasus para penguasa dan ‘majikannya’, polri hanya bersembunyi dan berkilah ‘tidak ada bukti lanjutan’, dan “batal demi hukum”. Ketika ada pihak yang berjuang untuk membasmi koruptor, justru Bareskrim Polri membantai mereka-mereka.

Selain kasus pelanggaran dana pilpres 2009, ada sejumlah kasus dimana Polri justru tidak berusaha maksimal mencari bukti memidanakan kasus yang sangat kasat mata. Sebut saja kasus Pembalakan Liar di Riau. Ketika Irjen Sutjiptadi, Polisi Pemberani “Sang Visioner” sang Kapolda Riau yang dikenal anti pembalakan liar menjabat, justru ia ditekan oleh pembantu SBY yakni MS Kaban. Hal ini terjadi karena Irjen Sutjiptadi begitu gentol memroses dan menyelidiki para pelaku (dari pejabat, aparat/polri hingga pengusaha) yang ikut terlibat dalam kasus illegal logging di Riau. Bukan didukung atau diapresiasi, justru Kapolri dengan hitungan bulan memecat (istilah halus: mutasi) beliau dari kursi Kapolda Riau setelah MS Kaban meminta Kapolri untuk memecat. MS Kaban gerah karena Irjen Sutjiptadi telah mengendus keterlibatan pejabat tinggi yang terlibat dalam illegal logging di Riau. Mereka diantaranya adalah Menhut MS Kaban dan Gubernur Riau Rusli Zainal.

Kasus yang serupa menimpa Irjen Polisi Herman SS (Eks. Kapolda Jatim) yang begitu semangat memroses kasus pelanggaran pidana kampanye di Jawa Timur. Sekali lagi, ia kandas ditangan penguasa. Segelintir petinggi Polri yang berdedikasi akhirnya kandas mengabdi ketika diintervensi oleh petinggi Polri di pusat. Kasus-kasus besar seperti pembalakan liar bukan dicari buktinya, justru orang yang berusaha mencari bukti akhirnya dimutasi. Suatu prestasi yang tidak akan terlupakan!

Kemunafikan Bareskrim Polri semakin menguak taktala kita menemukan cerita lucu polri yang tidak bisa mencari bukti mamadai tindak pidana kasus Lumpur Lapindo. Padahal, pelanggaran SOP dalam pengeboran sudah menjadi salah satu langkah awal polisi untuk memroses kasus hukum. Tapi yah begitulah…

Selama penegakan hukum dilakukan secara diskriminatif, selama hanya memroses kasus hukum B&C yang abu-abu, sementara kasus dana kampanye Pilpres yang kasat mata tidak ditindaklanjuti, maka kata MUNAFIK pantas dialamatkan kepada pejabat Polri yang sok menegak hukum, terutama pejabat di Bareskrim Polri yang didukung Kapolri beserta jajarannya.

Terus Bertahan dan Berjuang Pak Bibit dan Chandra!
Biar Anda tidak ditahan agar tidak melakuan konferensi pers, Biarlah kami yang membentuk opini masyarakat dan membongkar fakta kemunafikan orang yang berusaha mencari kesalahan ‘aneh’ Anda’.

Jika para tokoh nasional menjamin diri mereka untuk pak B&C, maka saya hanya bisa menjamin bahwa saya bertanggung jawab pada kritik keras saya pada tulisan ini.

Salam Perjuangan,




http://nusantaranews.wordpress.com/2009/10/31/fakta-fakta-kemunafikan-polri-dalam-mengasuskan-bibit-dan-chandra/